Kejujuran Membawa Nikmat 28: Menjatuhkan Pilihan Hati dengan Hati-hati

- Jumat, 24 September 2021 | 21:25 WIB
Surya mengungkapkan kata hatinya pada Santi setelah mengenal dua tahun.           (Ilustrasi Sibhe)
Surya mengungkapkan kata hatinya pada Santi setelah mengenal dua tahun. (Ilustrasi Sibhe)

MENGENAL kepribadian Santi selama dua tahun lebih, dirasa sudah cukup oleh Surya. "Inilah perempuan yang tepat sesuai angan-anganku untuk berumah tangga," kata Surya dalam hati.

Sekarang tinggal mencari saat yang tepat untuk menyampaikan niatnya melamar Santi, yang tak lain merupakan karyawannya sendiri.

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seorang diantara kalian mengkhitbah (meminang) seorang wanita, maka jika dia bisa melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah."(HR. Ahmad & Abu Daud).

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 1: Rumah Tangga Baru yang Sepi

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 2: Cemburu Itu Bunga-bunganya Cinta

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 3: Pertimbangan Mengadopsi Anak untuk Pancingan

Sekalipun ia tahu persis selama ini Santi belum memiliki teman pria istimewa atau pacar, namun tetap ada sisi keraguan.

Jangan-jangan nanti cintanya ditolak. Karena itu, sebelum benar-benar melamar ke orang tua, Surya ingin benar-benar memastikan, bahwa dirinya tidak bertepuk sebelah tangan.

Dalam urusan pendidikan dan bisnis, Surya memang jempolan. Tapi untuk menyelesaikan masalah asmara, ia merasa sangat kerdil. Guna memantapkan hatinya, maka ia pun berkonsultasi dengan Putri.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 4: Mengadopsi Anak Saudara yang Kesulitan Ekonomi

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X