• Sabtu, 4 Desember 2021

Kejujuran Membawa Nikmat 4: Mengadopsi Anak Saudara yang Kesulitan Ekonomi

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 06:14 WIB
Parno bersyukur memiliki istri yang selalu menyejukkan hati. (Ilustrasi Sibhe)
Parno bersyukur memiliki istri yang selalu menyejukkan hati. (Ilustrasi Sibhe)

TERNYATA tidak mudah untuk mengadopsi anak. Parno dan Dina sudah bertanya-tanya kesana-kemari ke berbagai yayasan, semua jawabannya sama.

Jika melalui prosedur yang benar, maka banyak syarat dan tahapan yang harus dilalui. Dan semua itu akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Hingga suatu sore yang cerah, terjadilah awal sejarah baru dalam kehidupan Parno. Bu Karto (bukan nama sebenarnya), saudara jauh dari keluarga Parno datang dari luar kota, membawa kabar yang tak diduga sebelumnya.

Setelah basa-basi sebentar, Bu Karto tiba-tiba bertanya, "Maaf, apa betul Dik Parno ingin mengadopsi anak?"

Baca Juga: Gupak Warak, Tanah Subur yang Angker 1: Makhluk Gaib dan Manusia Harus Gidup Berdampingan

Parno yang kaget mendapat pertanyaan tersebut, hanya bisa saling pandang dengan Dina.

"Mbakyu dengar kabar dari siapa?"

"Ya adalah yang bilang seperti itu," kata Bu Karto tidak mau berterus terang.

Selama ini Parno memang tidak secara terbuka kepada seluruh saudaranya, bicara masalah keinginannya mengadopsi anak. Tapi disadari pula oleh Parno, tidak mungkin hal seperti itu dirahasikan. Apalagi jika nantinya ia jadi mengangkat anak, pasti semua orang juga akan tahu.

Baca Juga: Duel Tuyul Lawan Tuyul 1: Penghasilan Berkurang Jauh Sejak Masa Pandemi

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X