• Sabtu, 29 Januari 2022

Duel Tuyul Lawan Tuyul 1: Penghasilan Berkurang Jauh Sejak Masa Pandemi

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 06:43 WIB
Dardi dan Suhari pada Selasa Kliwon pergi ke rumah pemberi pesugihan. (Ilustrasi Pramono Estu)
Dardi dan Suhari pada Selasa Kliwon pergi ke rumah pemberi pesugihan. (Ilustrasi Pramono Estu)

SALAH satu makhluk halus yang terkenal adalah Tuyul. Katanya makhluk ini bisa dimanfaatkan manusia untuk mencari kekayaan, dengan cara mencuri uang milik orang lain. Kali ini cerita misteri mengungkap kisah makhluk yang digambarkan berbentuk anak kecil berkepala gundul tanpa baju itu.

Konon makhluk halus yang disebut Tuyul itu bisa mendatangkan kekayaan bagi manusia yang membutuhkan. Tuyul itu wujudnya anak kecil yang bisa disuruh untuk mencuri uang. Biasanya tinggal di tempat-tempat yang angker tempat itu biasanya digunakan untuk mencari pesugihan.

Dan juga ada dukun yang bisa mendatangkan Tuyul sehingga kalau ada orang yang ingin memelihara Tuyul cukup menghubungi dukun tersebut. Kata orang di Jakarta Tuyul itu diperjualbelikan dan harganya cukup mahal.

Baca Juga: Mungkinkah Ada Hantu Sapi Gentayangan?

Suhari (nama samaran) pedagang muda yang kerap kali jatuh bangun usahanya sehingga sekarang ia berhenti sementara. Ia bedagang lima tahun dan sudah bisa membeli rumah meskipun sangat sederhana. Ia meninggalkan orang tuanya di desa dan tinggal di rumah yang ia beli di kota. Selama tidak berdagang untuk menopang hidupnya ia bekerja sebagai tukang ojek.

Sebagai tukang ojek ia termasuk yang paling gesit karena mengingat umurnya baru 30 tahun sedangkan teman-temannya usianya sudah 40 tahun lebih. Kalau ada yang mendapat orderan jauh pada malam hari dan tidak mampu pasti diserahkan kepada Suhari.

Sebagai tukang ojek ia sudah bisa menabung ± Rp. 3.000.000,- Meskipun mendapat uang yang cukup banyak tetapi ia merasa tidak senang, karena bekerja sebagai tukang ojek badannya lelah.

Baca Juga: Mengenal Sosok Semar 1: Tokoh Bijaksana dan Sakti dalam Dunia Mistis Jawa

Pada sore hari sehabis bekerja ia ngobrol dengan teman-temannya di pos ojek, yang dibicarakan tentang pekerjaannya. Pada masa pandemi ini penghasilannya berkurang drastis karena jarang orang yang bepergian agak jauh.

Dalam pembicaraannya juga disinggung tentang temannya yang ngojek menjadi kaya raya katanya memelihara Tuyul. Dardi yang duduk di depan Suhari langsung menyahut: “Ya memang teman kita yang kaya raya itu saya yang mengusahakan. Siapa lagi yang mau kaya saya sanggup mengantar ke tempat pemberi kekayaan.”

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

X