• Jumat, 22 Oktober 2021

Kejujuran Membawa Nikmat 22: Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan

- Minggu, 19 September 2021 | 05:05 WIB
Surya dan Putri berdiskusi tentang usaha yang akan mereka jalankan.             (Ilustrasi Sibhe)
Surya dan Putri berdiskusi tentang usaha yang akan mereka jalankan. (Ilustrasi Sibhe)

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5-6)

AKU harus bisa. Begitulah tekad Surya, setiap memikirkan masa depannya. Bisa bangkit dari kesedihan mendalam, menemukan semangat kembali, dan akhirnya mampu hidup secara mandiri.

Rasa sedih karena ditinggal Pak Parno dan mama Dina secara pelan-pelan sudah bisa dikikisnya dan sekarang semangatnya untuk menjalani kehidupan juga sudah didapatkan.

Baca Juga: Harimau Smarabumi Lawan Santet 2: Sengketa Air dan Batas Sawah Membuat Dendam Membara

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 1: Rumah Tangga Baru yang Sepi

Tinggal bagaimana harus hidup mandiri, tidak bergantung pada sisa tabungan yang lama-lama pasti akan habis.

Semangat yang dirasakan Surya, karena ia melihat kenyataan bahwa masih ada Putri, yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung sendiri. Keberadaan Putri mampu membangkitkan semangat Surya untuk menatap masa depan.

Apalagi kenangan lewat mimpi bersama Pak Parno tak pernah bisa ia lupakan. Dimana saat itu Pak Parno berpesan kepada dirinya, agar senantiasa menjaga dan melindungi adiknya itu. Pesan itu ia anggap sebagai wasiat yang harus dilaksanakan.

Baca Juga: Kisah dan Pesona Ratu Kalinyamat 4: Bela Pati Suami dengan Sumpah 'Tapa Wuda Sinjang Rambut'

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 2: Cemburu Itu Bunga-bunganya Cinta

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mensyukuri Nikmat 41: Mimpi Meraih Cita-cita

Rabu, 20 Oktober 2021 | 06:28 WIB

Mensyukuri Nikmat 39: Tersingkir dari Rumah Sendiri

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Mensyukuri Nikmat 33: Menyesal Telah Menikah Muda

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:50 WIB
X