• Sabtu, 4 Desember 2021

Kejujuran Membawa Nikmat 13: Rasa Penyesalan Datang Setelah Mama Meninggal

- Sabtu, 11 September 2021 | 11:05 WIB
Dina hanya bisa menangis di samping jenazah Mama. (Ilustrasi Sibhe)
Dina hanya bisa menangis di samping jenazah Mama. (Ilustrasi Sibhe)

SETELAH suasana tenang, dokter Hadi kembali membuka pembicaraan. Ia melihat Surya kelihatan lebih tabah menghadapi kenyataan, sehingga dirasa bisa mulai diajak bicara lagi.

"Saudara Surya, kami masih menunggu pihak keluarga untuk penanganan jenazah ibu Dina. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga. Di sini juga ada tim yang siap untuk memandikan jenazah secara Islam," kata dokter Hadi.

"Baik Dokter, kami serahkan saja pada tim di sini, agar kami membawa pulang jenazah Mama sudah dimandikan," jawab Surya.

Baca Juga: Nyimas Utari dan Misteri Kematian JP Coen 1: Penjajah Melakukan Monopoli Perdagangan Rempah-rempah

"Dokter, Putri mau melihat Mama," sela Putri yang sudah bisa mengendalikan diri.

"Silakan. Mungkin adik sebagai putrinya juga ingin memandikannya, itu lebih baik," kata Dokter

"Tapi saya tidak tega, Dokter," kata Putri.

"Sebaiknya Putri nanti ikut memandikan Mama. Ini sebagai penghormatan terakhir untuk Mama," kata Surya,

Baca Juga: Nenek Menggendong Kayu Tiba-Tiba Menghilang Tak Berbekas

Aisyah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Barang siapa memandikan mayat sambil menyempurnakan segala amanatnya, tidak membicarakan segala aib yang ada pada dirinya maka orang yang memandikan itu bersih dari dosa laksana seorang anak yang baru dilahirkan oleh ibunya.” Kemudian Rasulullah bersabda lagi,“Akan lebih utama yang memandikan mayat itu adalah kerabatnya, kalau dia bisa, tetapi kalau dia tidak bisa, siapa saja yang dipandang ahlinya, teliti, dan amanat.” (H.R. Ahmad)

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X