• Kamis, 26 Mei 2022

Ada Hikmah di Setiap Takdir, Termasuk Takdir Buruk, Ini Penjelasannnya

- Kamis, 23 Desember 2021 | 08:15 WIB
Ilustrasi orang sakit  (Gustavo Fring/Pexels)
Ilustrasi orang sakit (Gustavo Fring/Pexels)

harianmerapi.com - Rukun iman yang keenam adalah percaya dengan takdir baik dan buruk. Umat muslim harus mempercayai bahwa Allah telah menakdirkan sesuatu pada manusia dan mempunyai faedah.

Menyifati takdir dengan "baik" adalah jelas. Adapun menyifati takdir dengan "buruk", maka ini yang selalu menjadi pertanyaan, sebab Allah sang pencipta adalah pencipta yang baik-baik. Kenapa ada takdir buruk?

Buku Induk Aqidah yang disyarah Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan dibukukan syaikh Fahd bin Nashir bin lhrahim as-Sulaiman mencoba menjelaskan makna rukun iman keenam tersebut.

Baca Juga: Pengertian Thaharah dari Mahzab Maliki dan Hanafi

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin maksud dari takdir buruk adalah keburukan yang ditakdirkan bukan keburukan takdir (qadar) itu sendiri.

Semua perbuatan Allah adalah kebaikan dan hikmah, akan tetapi keburukan ada pada apa yang dikerjakan dan ditakdirkan. Jadi keburukan di sini berdasarkan kepada apa yang ditakdirkan dan dilakukan.

Dicontohkan manusia mendapati keburukan pada sebagian makhluk yang diciptakan Allah, ada ular, kalajengking, binatang buas, penyakit, kemiskinan, paceklik dan lain-lain.

Baca Juga: Istri Pulang ke Rumah Orang Tuanya, Begini Cara Menjemputnya Menurut Buya Yahya

Semua itu buruk bagi manusia, karena tidak sesuai dengannya. Ada pula kemaksiatan, dosa, kekufuran, kefasikan, pembunuhan dan sebagainya.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X