Kejahatan Jalanan Klitih Masih Marak, Pemkot Jogja Terbitkan Perwal Jam Malam Anak

- Jumat, 24 Juni 2022 | 06:00 WIB
ilustrasi (dok harian merapi)
ilustrasi (dok harian merapi)

 

JOGJA, harianmerapi.com - Pemerintah Kota Jogja menerbitkan Peraturan Walikota Nomor 49 Tahun 2022 Tentang Jam Malam Anak.

Hal ini sebagai upaya perlindungan terhadap anak dari kegiatan yang dapat membahayakan fisik, mental dan kesejahteraan sosial emosinya, termasuk kegiatan yang mengarah pada tindakan kriminal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Edi Muhammad mengutarakan, peraturan ini dibuat untuk melindungi dan memenuhi hak-hak anak. Pembatasan jam malam ini ditujukan kepada anak di bawah umur atau berusia di bawah 18 tahun.

Baca Juga: Kronologi Tewasnya Daffa, Pelajar SMA Muhammadiyah 2 Jogja yang Diserang Penjahat Klitih: Wajah Dihantam Gir

“Terkait kejadian kejahatan jalanan atau klitih yang viral akhir-akhir ini, Pemkot Yogya berupaya membangun agar tumbuh kembang anak baik dan tidak kearah negatif maka dilakukan pendekatan yang utama lewat keluarga, sekolah dan lingkungan yang ramah,” ujar Edi di kantornya, Rabu (22/6), seperti dilansir dari laman resmi Pemkot Yogyakarta.

Ramah yang dimaksudnya adalah memberikan pemenuhan hak-hak anak dan menciptakan anak sebagai pelopor dan pelapor serta melibatkan anak untuk berpartisipasi dan mendengarkan suara anak.

Edi menjelaskan permasalahan yang ada di wilayah Kota Jogja adalah banyak anak di bawah umur berada di luar rumah diatas pukul 22.00 WIB dengan kegiatan yang tidak jelas.

Baca Juga: Viral Driver Ojol Jadi Korban Klitih di Blimbingsari Ternyata Cerita Bohong karena Takut Istri

“Oleh karena itu, Pemkot Jogja mengeluarkan Perwal Nomor 49/2022 tentang jam malam anak, yang menekankan anak agar di dalam keluarga. Apabila masih memiliki kegiatan di luar harus bisa memberikan keterangan atau ada yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut,” ujarnya.

Pemkot Yogya dalam menerapkan peraturan ini mengedepankan humanisme, sehingga setiap anak yang tidak mematuhi kewajiban maka akan dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan, peringatan tertulis hingga pembinaan di balai rehabilitasi yang ditunjuk.

“Berlakunya jam malam ini sudah mulai disosialisasikan sejak Senin (20/6) dengan mengirim notifikasi ke semua pemilik akun Jogja Smart Service (JSS) yang berisi pesan bapak dan ibu untuk memastikan putra atau putri sudah berada di rumah bersama keluarga. Sehingga anak pun merasa diperhatikan oleh orang tuanya,” jelasnya.

Baca Juga: Sri Sultan HB X Minta Pelaku Klitih Diproses Secara Hukum

Dengan diterbitkannya Perwal 49/2022 mendukung upaya Pemkot Jogja dalam mewujudkan Kota Layak Anak, yaitu wilayah yang ramah anak di mana Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak sudah tersistem melalui lembaga yang ada di masyarakat.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: jogjakota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X