• Selasa, 26 Oktober 2021

Polisi Gerebek Pinjol Ilegal, 32 Orang Pekerja Diamankan

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:38 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus menggelar keterangan pers di ruko di Green Lake City blok Crown C1-7, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang terkait pengungkapan perusahaan pinjaman online ilegal yang meresahkan warga. Ada 32 orang yang diamankan dalam kegiatan pengungkapan ini. (Foto : Antara)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus menggelar keterangan pers di ruko di Green Lake City blok Crown C1-7, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang terkait pengungkapan perusahaan pinjaman online ilegal yang meresahkan warga. Ada 32 orang yang diamankan dalam kegiatan pengungkapan ini. (Foto : Antara)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Polda Metro Jaya menggerebek tempat usaha penagihan pinjaman online (pinjol) ilegal di Ruko Green Lake City Blok Crown C1-7, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, dengan mengamankan 32 orang pekerja untuk dilakukan pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, di Tangerang, Kamis (14/10/2021), mengatakan lokasi yang digerebek adalah tempat usaha PT Indo Tekni Nusantara yang merupakan penagih utang pinjaman online.

Kegiatan penggerebekan ini, lanjutnya, sesuai dengan instruksi langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit terkait banyaknya keluhan warga mengenai adanya pinjaman online.

Baca Juga: Pemerintah Perlu Lakukan Reformasi Belanja Negara. Ekonom CSIS : Ubah Paradigma Bahwa Anggaran Harus Habis

"Pinjaman online di masa pandemi ini telah banyak memberikan kerugian dan keresahan terhadap masyarakat. Maka itu sesuai dengan instruksi Kapolri langsung, kita lakukan penindakan di lapangan," katanya dalam keterangan pers di lokasi penggerebekan.

Ia mengatakan bunga yang tinggi dari nilai pinjaman secara online ini telah memberikan dampak yang merugikan masyarakat. Tak hanya itu, ada juga ancaman dalam kegiatan penagihan.

"Banyak warga yang mengalami keresahan dan ancaman dalam penagihan. Maka itu Tim Krimsus Polda Metro Jaya langsung bertindak sesuai dengan instruksi Kapolri," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Melandai, Masyarakat Mulai Abai Protokol Kesehatan

Yusri menambahkan perusahaan pinjol ini memiliki 13 aplikasi pinjaman online. Namun, hanya tiga yang memiliki izin dan sisanya, yakni 10 aplikasi dalam kategori ilegal.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X