• Sabtu, 29 Januari 2022

Tidak Ada Mantan Anak 9: Desakan Ekonomi Menerima Pinangan Pak Mandor yang Seusia Ayahnya

- Senin, 6 Desember 2021 | 07:03 WIB
Tinuk menikah dengan Pak Mandor hanya pertimbangan ekonomi. (Ilustrasi Sibhe)
Tinuk menikah dengan Pak Mandor hanya pertimbangan ekonomi. (Ilustrasi Sibhe)

harianmerapi.com - Hati Tinuk berbunga-bunga menerima pinangan Pak Mandor Warno yang selama ini menjadi pelanggan setia.  Desakan ekonomi rupanya telah menggelapkan hati Tinuk.

"Perempuan mana yang tidak senang, punya suami kaya dan keren seperti Pak Warno," kata Tinuk dalam hati.

Tak masalah meskipun Pak Mandor usianya sebaya dengan ayah, yang penting banyak duitnya dan bisa mencukupi keinginannya.

Baca Juga: Cerita Horor Penampakan Mahasiswi Berwajah Sayu di Ruang Rektorat

Bu Barjo ternyata juga menerima dengan senang hati pinangan Warno, meski sebenarnya usia Tinuk masih sangat belia.

Namun mengingat desakan ekonomi, membuat Bu Barjo tak perlu berpikir panjang. Ia merasa sedih setiap kali melihat Tinuk harus keluar rumah untuk menjajakan jamu.

Tanpa diduga, Warno tak sekadar melamar, namun ingin segera cepat-cepat melangsungkan pernikahan. Alasannya ia merasa sudah mantap untuk mempersunting Tinuk.

Baca Juga: Lima Aspek dalam Upaya Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak

"Nanti kalau sudah jadi istri saya, Tinuk tidak perlu berjualan jamu lagi. Saya kasihan melihat Tinuk harus berpanas-panas setiap hari, sementara hasilnya tidak seberapa," kata Warno.

Karena didesak seperti itu, Bu barjo pun mengiyakan saja. Apa yang diucapkan Pak Mandor ada benarnya juga, karena dirinya juga kasihan memaksakan Tinuk untuk mencari nafkah.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X