• Kamis, 26 Mei 2022

Mengasah Hati Nurani Remaja dengan Iman agar Menjadi Pribadi yang Berperilaku Positif

- Rabu, 29 Desember 2021 | 06:40 WIB
 Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

harianmerapi.com - Hati nurani atau suara hati berperan terutama saat seseorang akan mengambil sebuah keputusan dalam hidupnya.

Hati nurani dapat didefinisikan sebagai suatu kesadaran moral seseorang dalam situasi yang konkret.

Artinya, dalam menghadapi berbagai peristiwa dalam hidup ini, pada diri seseorang ada semacam suara dalam hati untuk menentukan apa yang seharusnya dilakukan dan menuntut bagaimana merespon kejadian tersebut.

Baca Juga: Suamiku Dipenjara 5: Indahnya Persahabatan yang Tetap Memberikan Dukungan Saat Musibah Menimpa

Suara hati yang baik, dapat menjadi panduan moral dan menuntun seseorang menjadi pribadi yang berperilaku positif.

Sebagai umat beragama, hati nurani ini dipercayai menjadi tempat Tuhan Sang Maha Bijaksana mewahyukan diri secara hidup dalam hati zseseorang.

Hati nurani juga dapat dikatakan sebagai sebuah perasaan moral dalam manusia, yang dengannya dia memutuskan mana yang baik dan jahat, dan mana yang menyetujui atau menyalahkan perbuatannya.

Kini semakin banyak remaja yang kurang berkembang hati nuraninya, sehingga meningkatkan kecenderungan mereka bertindak agresif dan antisosial.

Baca Juga: Dikejar Dosa karena Darah Daging Hasil Hubungan Terlarang Ditinggalkan Saat Masih Bayi Merah

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengembangan Sifat Bawaan Manusia

Jumat, 20 Mei 2022 | 06:03 WIB

Etos Kerja dalam Islam

Sabtu, 14 Mei 2022 | 05:30 WIB

Pernyataan Keimanan dalam Tuntunan Islam

Jumat, 6 Mei 2022 | 06:38 WIB
X