• Sabtu, 25 Juni 2022

Malam Seribu Bulan di LSBO PWM DIY, Seni Budaya Jadi Salah Satu Solusi Klitih

- Rabu, 27 April 2022 | 14:05 WIB
Suasana talk show yang dipandu oleh Akhir Lusono (Foto: Teguh)
Suasana talk show yang dipandu oleh Akhir Lusono (Foto: Teguh)

BANTUL, harianmerapi.com - Perhelatan Malam Seribu Bulan yang digelar oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PWM DIY di kompleks sekolah SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Selasa (26/4/2022) malam berlangsung meriah.

Selain ditampilkan berbagai kesenian seperti baca puisi, geguritan, macapatan, suluk dan orkes keroncong yang menarik dalam acara itu adalah talk show bertajuk Peran Seni Budaya dalam Memberantas Kejahatan Jalanan.

Menurut Ketua LSBO PWM DIY Akhir Lusono, tema ini sengaja diusung dalam kegiatan itu melihat kejahatan jalanan atau klitih eperti mulai menjadi persoalan bersama masyarakat Yogyakarta saat ini.

Baca Juga: Kesaktian Sunan Kudus 4: Bersemboyan pada Tut Wuri Handayani, Berdakwah Mengikuti Gaya Sunan Kalijaga

Sehingga dibutuhkan solusi untuk meredakan kejahatan yang justru banyak dilakukan oleh anak-anak muda ini dengan cara-cara yang bijaksana.

"Untuk itulah tema ini kita ambil guna memberikan pencerahan bagi masyarakat luas agar dapat menangkal perilaku menyimpang itu dengan cara berkesenian," ucap Akhir Lusono.

Dalam talk show itu terungkap, pentingnya peran orangtua menjadi pendamping bagi anak-anak di saat berada di rumah terutama ketika dalam penggunaan piranti android.

Hal itu disampaikan Dr.Dra Sarjilah, M.Pd, Kepala BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta.

Menurut Sarjilah, pendampingan itu sangat penting jangan sampai anak anak membuka konten konten kekerasan yang banyak beredar di dunia sosmed saat ini.

"Sebagai orangtua pastinya prihatin dengan semakin maraknya kekerasan di jalanan yang ternyata dilakukan oleh anak-anak usia sekolah."

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X