• Sabtu, 25 Juni 2022

Wayang Kulit Masuk Sekolah yang dilakukan Kundha Kabudayan Sleman Mendidik Karakter dan Budi Pekerti Siswa

- Selasa, 22 Maret 2022 | 16:20 WIB
Sekretaris Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Arif Marwoto, menyerahkan tokoh wayang Sugriwo kepada dalang Asha Faisal.  (Foto : Dok. SD Negeri Brongkol )
Sekretaris Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Arif Marwoto, menyerahkan tokoh wayang Sugriwo kepada dalang Asha Faisal. (Foto : Dok. SD Negeri Brongkol )

SLEMAN, harianmerapi.com - Kesenian tradisional wayang kulit tidak hanya menjadi tontonan bagi masyarakat, tetapi dapat pula sebagai media mendidik budi pekerti anak.

Pengenalan wayang kulit dipandang sangat efektif dan mudah dicerna oleh anak terutama usia sekolah.

Hal ini pula yang digunakan Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Kabupaten Sleman dalam upaya mendidik karakter anak dengan melaksanakan program wayang kulit masuk sekolah.

Baca Juga: 5 Penari Asal Kendal Senang Bisa Pentas Tari di Jogja, Siapa Mereka dan Apa Jenis Tariannya?

Pengenalan wayang kulit ke sekolah dilaksanakan di SD Negeri Brongkol, Kapanewon Godean, Sleman Senin (21/3/2022).

Pentas wayang kulit di SD Negeri Brongkol yang hanya berdurasi dua jam ini menampilkan dalang cilik Asha Faisal, pelajar kelas V SD Negeri Watupecah, Kapanewon Tempel dengan lakon Sugriwo Subali.

Cerita ini mengisahkan perjalanan Sugriwo dan Subali bertapa di Hutan Sonya Pringga.

Baca Juga: Pebulu Tangkis Tunggal Putri Gregoria Mariska Tunjung Batal Tanding di Swiss Open, Ini Alasannya

Dalam pertapaanya, mereka berdua didatangi Dewa Narodo yang memberi tahu bahwa segala permintaanya akan dikabulkan jika mampu mengalahkan Prabu Mahesosuro dan Patih Lembusuro.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X