• Kamis, 29 September 2022

Penjelasan lengkap Pancamulia yang jadi visi Sri Sultan HB X pimpin DIY periode 2022-2027

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 07:00 WIB
Gubernur DIY Sultan HB X saat membacakan Visi Misi Calon Gubernur DIY masa jabatan 2022-2027 dalam Rapat Paripurna (Rapur) Istimewa di Ruang Sidang DPRD DIY, Yogyakarta, Senin (8/8/2022).  (ANTARA/HO/Pemda DIY)
Gubernur DIY Sultan HB X saat membacakan Visi Misi Calon Gubernur DIY masa jabatan 2022-2027 dalam Rapat Paripurna (Rapur) Istimewa di Ruang Sidang DPRD DIY, Yogyakarta, Senin (8/8/2022). (ANTARA/HO/Pemda DIY)

HARIANMERAPI.COM - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengangkat visi Pancamulia atau lima kemuliaan masyarakat Jogja dalam memimpin DIY periode 2022-2027.

"Pancamulia telah diletakkan sebagai konsep utama dalam Visi RPJMD 2017-2022 sehingga atas dasar keberlanjutan dan kesinambungannya, maka Pancamulia diangkat kembali dan diletakkan posisinya sebagai Visi RPJMD 2022-2027," kata Sultan saat membacakan Visi Misi Calon Gubernur DIY masa jabatan 2022-2027 dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD DIY, Senin (8/8/2022).

Baca Juga: Sultan tegaskan pemaksaan jilbab di sekolah negeri sebagai pelanggaran, jangan sampai didiamkan

Sultan menuturkan Pancamulia sebagai Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022-2027 memiliki keterkaitan substansi dengan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pancamulia atau lima kemuliaan itu pernah disampaikan Sultan dalam pidato Gubernur DIY pada 2 Agustus 2017.

Pertama, kata Sultan, adalah terwujudnya peningkatan kualitas hidup, kehidupan, penghidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkeadaban, melalui peningkatan kemampuan dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia Jogja yang berdaya saing.

Baca Juga: Kepala sekolah dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan Bantul dibebastugaskan gegara paksa siswi pakai jilbab

Kedua, terwujudnya peningkatan kualitas dan keragaman kegiatan perekonomian masyarakat, serta penguatan ekonomi yang berbasis pada sumberdaya lokal (keunikan teritori ekonomi) untuk pertumbuhan pendapatan masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Ketiga, terwujudnya peningkatan harmoni kehidupan bersama baik pada lingkup masyarakat maupun pada lingkup birokrasi atas dasar toleransi, tenggang rasa, kesantunan, dan kebersamaan.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X