SLEMAN, harianmerapi.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan pusat layanan pengguna Tokopedia Care di Sleman City Hall (SCH), Rabu (15/6/2022).
Sultan berharap Tokopedia Care mampu bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk talenta terbaik di DIY, termasuk perempuan dan difabel, seiring dengan pertumbuhan ekosistem digital.
Sultan menilai, Tokopedia Care merupakan salah satu investor yang beroperasional di DIY tanpa mengganggu lingkungan.
Baca Juga: Festival Purbakala 2022, Sultan: Yogyakarta Ibukota Kreator Berbasis Nilai Tradisi Budaya
Menurut Sultan, Jogja itu bukan kota besar. Jogja juga tidak didesain sebagai kota metropolitan, namun Jogja berproses menjadi wilayah perkokatan dengan ciri khas budaya dan wisatanya.
"Kami mengambil kebijakan investasi tidak memerlukan tanah yang luas. Perusahan besar tidak perlu ganggu lingkungan. (Jika investor) ganggu lingkungan (lebih baik) tidak perlu masuk (DIY)," tegas Sultan.
Sultan juga berpesan, agar kemajuan teknologi informasi tidak menjadikan manusia lupa akan kodratnya sebagai makhluk sosial. Manusia jangan jadi robot teknologi sehingga lupa untuk bersosialisasi.
Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi di Gunungkidul Meningkat, Memasuki Pertengahan Tahun Terjadi di 97 Lokasi
"Teknologi itu hanya alat kemudahan, (kita hendaknya) bukan mengabdi ke alat itu. Kalo iya (berarti) kita jadi robot," pesannya.
Sementara itu, Vice-Chairman and Co-Founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, sepakat dengan wejangan Sri Sultan.
"Sultan memberi wejangan, tolong jangan dilupakan sisi manusia," buka Leon saat memberi sambutan.
Kini Tokopedia sudah berjalan 13 tahun. Leon ingat betul, awal berdiri customer care hanya berjumlah satu karyawan.
Baca Juga: Subholding Gas Pertamina Kebut 10 Proyek Gasifikasi Pembangkit Listrik Cluster Nusra dan Sultra
Tokopedia Care Jogja kini berhasil memberdayakan lebih dari 900 Nakama yang sebagian besar merupakan talenta lokal setempat.