Tujuh Indikator Kebahagiaan Hidup

photo author
Tim HMcom01, Harian Merapi
- Jumat, 17 April 2026 | 06:02 WIB
Seusai tausyiah, Ustadz Khamim Zarkasih Putro dan istri foto bersama jamaah Masjid Al-Fajar, Keparakan Lor, Kamis, 16 April 2026 (Dok. Panitia)
Seusai tausyiah, Ustadz Khamim Zarkasih Putro dan istri foto bersama jamaah Masjid Al-Fajar, Keparakan Lor, Kamis, 16 April 2026 (Dok. Panitia)

HARIAN MERAPI - Takmir Masjid Al-Fajar Mergangsan Yogyakarta mengadakan Pengajian Perdana Malam Jumat Wage, Kamis, 16 April 2026.

Kajian disampaikan oleh Dr. Drs. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. Dosen FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta.

Dalam kajiannya, Khamim membahas materi dengan tema: ”Tujuh Indikator Kebahagiaan Hidup.”

Baca Juga: Kota Magelang Masuk 10 Besar Kota Paling Berdaya Saing di Indonesia

Doa setiap selesai shalat, “Ya Allah, berikanlah kepada kami kebahagiaan hidup di dunia, dan kebahagiaan hidup di akhirat, dan lindungilah kami dari azab api neraka.”

Terkait dengan hidup bahagia itu, Ibnu Abbas ra menjelaskan, ada tujuh indikator kebahagiaan di dunia; yakni:

Pertama, qolbun syakirun, hati yang selalu bersyukur. Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress. Inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.

Kedua, al azwaju sholiha, pasangan hidup yang saleh/salehah. Pasangan hidup yang saleh/salehah akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah (tenang, penuh cinta dan kasih sayang).

Baca Juga: Delapan golongan manusia yang dicintai Allah SWT

Ketiga, al aulaadul abror, anak yang saleh/salehah, Doa anak yang saleh/salehah untuk orang tuanya akan dikabulkan Allah SWT. Berbahagialah orang tua yang memiliki anak saleh/salehah.

Keempat, al biatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita. Rasulullah SAW menganjurkan untuk bergaul dengan orang-orang saleeh/salehah yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.

Kelima, al maalul halal, harta yang halal. Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati.

Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu menjaga kehalalan hartanya dengan teliti.

Baca Juga: Sepuluh penghalang amal shaleh menurut Quran dan Hadits

Keenam, tafaqquh fid dien, semangat untuk memahami agama. Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tujuh Indikator Kebahagiaan Hidup

Jumat, 17 April 2026 | 06:02 WIB

Hikmah Umrah dan Haji

Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Sepuluh Ciri Pendidikan Anak dalam Keluarga

Jumat, 10 April 2026 | 20:30 WIB

Dunia Lagi Susah, Prihatin?

Kamis, 9 April 2026 | 18:00 WIB

Sucikan Hati, Eratkan Silaturahmi

Senin, 6 April 2026 | 06:57 WIB

Pentingnya Hidup Berkeseimbangan

Jumat, 3 April 2026 | 19:52 WIB

Tiap Hari Syawalan, Jangan Lupa Nyawal

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:28 WIB
X