HARIAN MERAPI - Takmir Masjid Al-Fajar Mergangsan Yogyakarta mengadakan Pengajian Perdana Malam Jumat Wage, Kamis, 16 April 2026.
Kajian disampaikan oleh Dr. Drs. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. Dosen FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta.
Dalam kajiannya, Khamim membahas materi dengan tema: ”Tujuh Indikator Kebahagiaan Hidup.”
Baca Juga: Kota Magelang Masuk 10 Besar Kota Paling Berdaya Saing di Indonesia
Doa setiap selesai shalat, “Ya Allah, berikanlah kepada kami kebahagiaan hidup di dunia, dan kebahagiaan hidup di akhirat, dan lindungilah kami dari azab api neraka.”
Terkait dengan hidup bahagia itu, Ibnu Abbas ra menjelaskan, ada tujuh indikator kebahagiaan di dunia; yakni:
Pertama, qolbun syakirun, hati yang selalu bersyukur. Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress. Inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.
Kedua, al azwaju sholiha, pasangan hidup yang saleh/salehah. Pasangan hidup yang saleh/salehah akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah (tenang, penuh cinta dan kasih sayang).
Baca Juga: Delapan golongan manusia yang dicintai Allah SWT
Ketiga, al aulaadul abror, anak yang saleh/salehah, Doa anak yang saleh/salehah untuk orang tuanya akan dikabulkan Allah SWT. Berbahagialah orang tua yang memiliki anak saleh/salehah.
Keempat, al biatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita. Rasulullah SAW menganjurkan untuk bergaul dengan orang-orang saleeh/salehah yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.
Kelima, al maalul halal, harta yang halal. Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati.
Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu menjaga kehalalan hartanya dengan teliti.
Baca Juga: Sepuluh penghalang amal shaleh menurut Quran dan Hadits
Keenam, tafaqquh fid dien, semangat untuk memahami agama. Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.