* Oleh : Ustadz H Iip Wijayanto
HARIAN MERAPI - Nyawal atau puasa sunnah enam hari di bulan syawal adalah ibadah yang sangat dianjurkan untuk ummat Islam.
Nabi SAW bersabda : “Siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka dia seperti berpuasa setahun.” (H.R.Muslim).
Hadis ini menjelaskan bahwa jika seseorang sudah berpuasa selama sebulan penuh di bulan ramadan yang artinya jika misal ada seorang wanita yang selama ramadan tidak berpuasa seminggu karena datang bulan maka dahulukan membayar hutang puasanya (kaidah al-fardhu afdhal minannafli :
Baca Juga: Al Anshor Tours Berangkatkan 193 Jemaah Haji Khusus Tahun 2026
dahulukan yang wajib dari yang sunnah) baru kemudian mengerjakan puasa syawal enam hari, maka dia dihitung seperti berpuasa setahun.
Dalam praktik nyawal ini, ada beberapa kekeliruan yang harus diluruskan yakni :
- Terlalu berambisi mendapat pahala puasa setahun dengan mengerjakan puasa syawal terlebih dahulu daripada membayar hutang puasa wajib di bulan ramadan.
Berdasarkan keumuman hadis di atas, urut-urutan puasa syawal dilakukan jika puasa ramadan (man shoma romadon : barangsiapa yang berpuasa ramadan) sudah dikerjakan tuntas. Jadi bereskan dulu hutang-hutang puasa baru kemudian mengerjakan puasa sunnah syawal.
Baca Juga: Khutbah Jumat Khamim Zarkasih di Masjid Baiturrahman Popongan: 'Syawal Bulan Peningkatan'
- Alasan orang mendahulukan puasa syawal daripada membayar hutang puasa ramadan karena takut nanti terlanjur sudah ganti bulan sebenarnya tidak akan terjadi jika seseorang tidak larut dalam acara-acara syawalan halal bi halal yang agendanya bisa saja ada setiap hari
mulai dari syawalan RT, RW, Pedukuhan, Kelurahan, di kantor, syawalan trah ibu, bapak, ibu mertua, bapak mertua, syawalan reuni SD,SMP, SMA, Kuliah S-1,S-2,S-3, syawalan wali murid anak pertama, kedua, ketiga dll. Pilih acara prioritas dan kemudian segera berpuasa karena waktu syawal itu kurang lebih 30 hari,waktunya sangat cukup untuk puasa membayar hutang dan puasa syawal.
Oleh karena itu kuncinya adalah menyegerakan, misal minggu pertama bulan syawal diisi dengan kegiatan menghadiri undangan syawalan, minggu ke dua nyaur hutang puasa dan diminggu ketiga sudah bisa mengerjakan puasa sunnah syawal.
Baca Juga: Qolbun salim dalam Al-Quran
Kalaupun masih ada undangan syawalan yang harus dihadiri, dalam keadaan berpuasa sunnahpun tuan rumah akan bisa memahami. Wallahu a’lamu bishawwab. ***