Oleh : Ustadz H Iip Wijayanto
HARIAN MERAPI - Perubahan politik di Amerika dari era Joe Biden yang didukung partai demokrat ke Donald Trump yang didukung partai republik membawa dampak geopolitik yang sangat besar terhadap dunia.
Joe Biden dan Donald Trump sama-sama termasuk kategori lansia namun punya gaya dan karakter kepemimpinan yang sangat-sangat berbeda.
Joe Biden dengan pendekatan yang tenang, memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada WHO (badan kesehatan dunia) untuk menangani pandemi kala itu, menarik pasukan Amerika yang sudah bercokol 20 tahun di Afghanistan dan menekan agresivitas Israel terhadap warga Gaza melalui pengetatan ekspor senjata.
Baca Juga: Kewajiban suami menurut Al-Quran dan Al-Hadits
Sementara Donald Trump menunjukkan gaya yang agresif, menghentikan perang sekaligus memulai perang di mana-mana, ke luar dari WHO dan lain-lain. Repotnya, karakter ini membawa dampak yang berat bukan hanya untuk rakyat amerika tetapi ke seluruh dunia.
Serangan yang dilakukan Amerika dan Israel terhadap Iran yang diikuti dengan penutupan selat hormuz membuat krisis energi di seluruh dunia yang bahkan diprediksi para ahli ekonomi dunia, goncangan ekonominya akan terus berlanjut setelah perang itu selesai.
Menyikapi kekacauan dunia ini, kita kembali ke ajaran leluhur kita untuk PRIHATIN dalam bentuk melakukan penghematan belanja, pemakaian BBM, kuota internet, piknik, menghindari hal-hal yang mubazir dll. Berhemat dan hidup sederhana adalah sesuatu yang mulia.
Baca Juga: Kebiasaan Pagi yang Bisa Turunkan Tekanan Darah
Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S.Al-Isra : 27)
Kita tentu berharap perang di seluruh belahan dunia bisa selesai, di teluk Persia, di gaza, di ukraina dll. Begitu juga dampak ekonominya tidak sampai menyebabkan kelangkaan BBM, krisis ekonomi dst.
Tapi jikapun dampak perang ini akan lebih lama terasa, dengan berhemat masyarakat akan lebih siap menghadapi gonjang-ganjing dunia ini. Wallahu a’lamu bishawwab. *