HARIAN MERAPI - Amal saleh adalah perbuatan baik yang didasari iman dan sesuai ajaran Islam, mencakup ibadah wajib/sunnah, sosial, dan lingkungan.
Contohnya: salat 5 waktu, bersedekah, berbakti kepada orang tua, membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, berbuat baik pada tetangga, menjaga kebersihan, dan tutur kata santun.
Dalam Al-Qur'an, amal saleh disebutkan sebagai salah satu kunci untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah SWT akan membalas amal saleh dengan pahala yang berlipat ganda dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.
Baca Juga: Pimpinan Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta Gelar Syawalan, Pamitan Haji 2026, dan Rapat Rutin Reboan
Adapun penghalang utama amal saleh adalah penyakit hati dan sikap mental yang menjauhkan diri dari ketaatan, seperti riya (pamer), tamak dunia, kikir, meremehkan ilmu agama, dan sombong. Faktor lain yang merusak pahala termasuk hasad (iri dengki), hati keras, serta perbuatan syirik atau murtad.
Perkara-perkara yang membatalkan amal saleh sangat banyak sekali, di antaranya ada yang membatalkan seluruh amal seperti syirik, kemurtadan dan nifak akbar (kemunafikan yang besar). Selain itu, ada yang membatalkan amal itu sendiri, seperti menyebut-nyebut shadaqah dan yang lainnya.
Berikut sepuluh penghalang amal shaleh menurut Quran dan Hadits adalah:
Pertama, riya’. Riya' adalah perbuatan melakukan ibadah atau amal saleh dengan tujuan untuk menunjukkan kepada orang lain, bukan karena Allah SWT. Riya' bisa berupa: shalat di depan orang lain untuk dipuji, sedekah di depan umum untuk dilihat orang, berdakwah agar dianggap pintar, beribadah dengan cara yang berlebihan untuk menarik perhatian. Riya' termasuk syirik kecil dan bisa menghapus pahala amal saleh.
Baca Juga: Kota Magelang Masuk 10 Besar Kota Paling Berdaya Saing di Indonesia
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT mengancam orang yang berbuat riya' dengan azab yang pedih (QS. Al-Ma'un: 4-6). Sabda Rasulullah Muhammad SAW: “Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil: riya’” (HR. Ahmad).
Kedua, ujub. Ujub adalah perasaan takjub atau bangga terhadap diri sendiri karena merasa lebih baik, lebih pintar, atau lebih beriman daripada orang lain. Ujub bisa membuat seseorang merasa sombong dan meremehkan orang lain. Contoh ujub:"Aku sudah shalat tahajud setiap malam, kamu nggak bisa!" "Aku sudah baca Quran 1 juz sehari, kamu berapa?" "Aku lebih baik dari dia karena aku rajin sedekah".
Ujub bisa menghapus pahala amal saleh dan membuat seseorang semakin jauh dari Allah SWT. Dalam hadits, Rasulullah Muhammad SAW bersabda: "Tiga hal yang membinasakan: kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ujub seseorang terhadap dirinya." (HR. Thabrani).
Ketiga, hasad. Hasad adalah perasaan tidak senang atau iri hati melihat orang lain mendapatkan nikmat atau kebaikan. Hasad bisa membuat seseorang ingin agar nikmat itu hilang dari orang lain. Hati sibuk iri, nggak sempat beramal.
Baca Juga: Zaman Edan, dan Ruh yang Mencari Jalan Pulang
Dalam hadits, Rasulullah Muhammad SAW bersabda: "Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan seperti api melahap kayu bakar" (HR. Abu Dawud). Cara menghindari hasad: berdoa agar Allah SWT memberikan kita nikmat yang baik, bersyukur atas nikmat yang kita miliki, menghargai kebaikan orang lain, dan beristighfar dan muhasabah diri.
Keempat, cinta dunia dan panjang angan-angan. Cinta dunia dan panjang angan-angan adalah dua hal yang bisa membuat seseorang lupa akan akhirat dan mengabaikan kewajiban agama. Cinta dunia adalah perasaan terlalu mencintai harta, kekuasaan, dan kesenangan duniawi, sehingga seseorang menjadi lupa akan Allah SWT dan akhirat.