• Jumat, 30 September 2022

Sultan tegaskan pemaksaan jilbab di sekolah negeri sebagai pelanggaran, jangan sampai didiamkan

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 07:45 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, ilustrasi saat menjelaskan Klitih di Kota Jogjameneranh (Foto: Wulan Yanuarwati)
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, ilustrasi saat menjelaskan Klitih di Kota Jogjameneranh (Foto: Wulan Yanuarwati)

HARIANMERAPI.COM - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kasus dugaan pemaksaan memakai jilbab terhadap salah satu siswi di SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul, ditindak tegas dan jangan didiamkan.

"Harus ditindak, saya enggak mau pelanggaran-pelanggaran seperti itu didiamkan," kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (4/8/2022).

Sultan menuturkan bahwa pemaksaan pemakaian jilbab kepada siswi di sekolah negeri melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 yang tidak boleh memaksakan atau melarang seragam sekolah dengan model pakaian khusus agama.

Baca Juga: Kepala sekolah dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan Bantul dibebastugaskan gegara paksa siswi pakai jilbab

Karena itu, paparnya, jika pemaksaan penggunaan jilbab terhadap siswi itu terjadi maka kepala sekolah beserta oknum guru yang diduga terlibat mesti ditindak.

Sultan tidak sepakat terhadap kebijakan yang justru memberikan pilihan kepada siswi untuk pindah sekolah pascakejadian itu.

"Harusnya yang ditindak itu guru atau kepala sekolah yang memang memaksa. Ini pendapat saya silakan tim coba dilihat, malah yang dikorbankan anaknya disuruh pindah, itu kan persoalannya bukan di situ persoalannya itu salahnya sekolah. Jadi harus ditindak," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Website SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul diretas, isi lengkapnya bikin penasaran

Menurut dia, tindakan pemaksaan penggunaan atribut keagamaan di sekolah negeri harus dihindari untuk menjaga kebinekaan.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X