• Sabtu, 29 Januari 2022

Rumahku Bukan Surgaku 20: Takut Menghadapi Hari Pernikahan

- Jumat, 26 November 2021 | 19:10 WIB
Inem resah menghadapi hari-hari pernikahannya.       (Ilustrasi Sibhe)
Inem resah menghadapi hari-hari pernikahannya. (Ilustrasi Sibhe)

harianmerapi.com - Tidak sebagaimana umumnya calon pengantin yang penuh suka cita dalam menyambut hari pernikahan, Inem justru merasa takut.

Hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, dan detik demi detik dilalui dengan perasaan penuh was-was. Keringat dingin selalu membasahi tubuhnya, setiap kali bertemu dengan calon suaminya, Pono.

Ingin rasanya Inem punya waktu luang hanya berdua saja dengan Pono, agar bisa menjelaskan kondisi dirinya yang sebenarnya. Tapi di sisi lain, ada ketakutan untuk berterus terang, bicara secara jujur dengan calon pasangannya itu.

Baca Juga: Sifat Kikir Itu Berbahaya, Ini Cara-cara untuk Menghilangkannya

Sampai sejauh ini memang tidak ada yang curiga sama sekali dengan kehamilan Inem. Baik Mbok Waginem, kedua calon mertuanya maupun Pono sendiri.

Hanya Pak Tugino yang ada kecurigaan, ketika mendengar ucapan dokter di poliklinik yang menyebutkan bahwa kemungkinan Inem sedang hamil.

Namun Pak Tugino sendiri juga diliputi rasa keraguan, untuk menanyakan secara langsung pada Inem.

Baca Juga: Cerita Horor: Kamar Kos yang Kutempati Ternyata Angker Setelah Dipakai Gantung Diri

Inem menyadari, meski sejauh ini rahasia itu masih tertutup rapat, suatu saat nanti pasti akan terbongkar. Terutama Pono, tak mungkin tidak tahu kondisi itu, setelah nanti resmi menjadi suami Inem.

Dielus-elusnya perut yang semakin membuncit. Usia janin tiga bulan lebih memang masih bisa ditutupi dengan baju yang longgar. Tapi jika diraba, Inem sudah bisa merasakan perutnya yang makin membesar.

"Mas, Inem mau bicara berdua saja," kata Inem di suatu kesempatan.
"Tunggu sebentar lagi, toh kita akan berdua selamanya," jawab Pono sedikit bercanda.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X