• Sabtu, 4 Desember 2021

Mensyukuri Nikmat 43: Menjaga Gengsi, Tak Bisa Menerima Kenyataan

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:21 WIB
Bagus masih berlagak seperti orang kaya. (Ilustrasi Sibhe)
Bagus masih berlagak seperti orang kaya. (Ilustrasi Sibhe)

JIKA Yono dan Yeyen bahagia dengan segala keterbatasannya, dan akhirnya meraih kesuksesan. Maka berbanding terbalik dengan saudar-saudara tirinya yang terbiasa berlimpah dengan harta kekayaan.

Keluarga Purbo sekarang sudah kehilangan statusnya sebagai keluarga paling kaya di kampungnya. Bukan saja kekayaan yang tergerus secara perlahan, keharmonisan di dalam rumah juga makin berantakan.

Purbo sebagai orang paling tua di dalam rumah tak kuasa mengandalikan istri dan anak-anaknya. Ia memang sudah menyadari kesalahannya selama ini dan mulai rajin beribadah.

Baca Juga: Misteri Hantu Si Jubah Merah 1: Lupa Pasang Sesaji, Terjadi Kecelakaan

Setiap saat menjalankan salat lima waktu di masjid kampung. Namun sepertinya ia kini tengah memetik hasil perilakunya semasa masih muda.

Anak-anaknya hasil pernikahan dengan Darti tidak ada yang meraih kesuksesan. Bagus dan Bagas hanya bisa mengandalkan kekayaan dari orang tua untuk menopang kehiduan sehari-hari.

Padahal sawah yang mereka miliki tak seluas dulu lagi, sehingga otomatis penghasilan juga berkurang.

Baca Juga: Ulah Iseng Penggali Kubur Membawa Pulang Tulang Tengkorak

Meski begitu, mereka masih berlagak seperti orang kaya. Tak mau kalah dalam penampilan di mata para tetangga, sehingga kadang harus memaksakan diri hanya demi menjaga gengsi.

Sebenarnya para tetangga sudah paham dengan keadaan mereka, namun justru Bagus maupun Bagas yang tak menyadari keadaan. Mereka tak bisa menerima kenyataan bahwa kondisi ekonomi keluarga sekarang sudah pas-pasan.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X