• Senin, 27 Juni 2022

Kepemimpinan Profetik dan Cita-cita Luhur Bangsa Indonesia

- Rabu, 22 Juni 2022 | 05:30 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok Pribadi)

harianmerapi.com - Apakah ada jalan mudah bagi bangsa Indonesia agar dapat segera mencapai cita-cita luhurnya?

Yakni sebagaimana yang termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Secara sederhana bangsa Indonesia ingin benar-benar bebas dari segala manifestasi dari kolonialisme, sedemikian sehingga bangsa Indonesia benar-benar hidup sebagai bangsa merdeka.

Baca Juga: Sepuluh Tips Hidup Bahagia Era New Normal, Salah Satunya Selalu Bersyukur Kepada Allah SWT

Bukan hanya "merdeka dari" (freedom from), melainkan juga "merdeka untuk" (freedom for).

Dengan kemerdekaan yang lengkap lagi paripurna, bangsa Indonesia akan dapat menggunakan seluruh potensi dan kekayaan yang dimilikinya untuk sebesar-besarnya kemakmuran dirinya (baca: bangsa Indonesia) dan pada gilirannya memberi makna pada dunia.

Secara sederhana hendak dikatakan di sini bahwa yang dimaksud dengan kepemimpinan profetik adalah model kepemimpinan nabi, yang dalam hal ini merujuk pada kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab Ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Dalam kerangka ini, kepemimpinan yang dimaksud adalah model kepemimpinan yang dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW, ketika membawa masyarakat kepada suatu peradaban baru.

Baca Juga: Enam Cara untuk Meningkatkan Kehormatan Diri Supaya Dalam Hidup Memiliki Martabat yang Tinggi

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Empat Kunci Masuk Surga

Senin, 20 Juni 2022 | 05:30 WIB

Keadilan Sosial, Konsep dan Nilai Positifnya

Jumat, 3 Juni 2022 | 06:08 WIB
X