• Rabu, 5 Oktober 2022

Jamasan Pusaka di Omah Dhuwung Sleman, ungkap makna luhur adat pembersihan keris dan batin

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:46 WIB
Taufiq Hermawan (kanan) saat melakukan jamasan pusaka tosan aji keris pada Pameran Keris Kalawijan di Omah Dhuwung, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (12/8/2022) (Foto: Koko Triarko)
Taufiq Hermawan (kanan) saat melakukan jamasan pusaka tosan aji keris pada Pameran Keris Kalawijan di Omah Dhuwung, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (12/8/2022) (Foto: Koko Triarko)

harianmerapi.com – Jamasan pusaka tosan aji keris tidak sekadar membersihkan sebuah benda secara fisik, namun juga batin.

Karena itu, prosesi jamasan pusaka tosan aji seperti keris melibatkan ritual doa dan sesaji.
Pada pameran keris kalawijan di Omah Dhuwung Wukisari, Cangkringan, Sleman, juga dilakukan prosesi jamasan pusaka tosan aji keris untuk umum.

Acara itu bertajuk Hamasuh Tosan Aji, dan mengangkat tema ‘Lungiding Curiga Anggatra Jagat’. Artinya, ketajaman keris mewarnai dunia.

Penyelenggara pameran, Komunitas Lar Gangsir memandang ketajaman sebilah keris sebagai nilai adhiluhung yang mengajarkan tentang kebijaksanaan.

Baca Juga: Jamasan Pusaka Keraton Sumenep digelar di Desa Keris Aeng Tongtong, Bupati: lestarikan peninggalan leluhur

Anggatra berarti membentuk, merangkai, atau mewarnai, sedangkan jagat berarti dunia yang bermakna ruang dan waktu manusia dan semesta.

Dan, hamasuh merupakan aktivitas kebudayaan yang juga membutuhkan ketajaman intuitif.
Tidak sekadar membersihkan jasmaniyah, namun juga mengasah sisi batiniyah.

Sementara itu dalam prosesinya, jamasan pusaka tosan aji pada pameran tersebut dilakukan dengan tata cara adat lama.

Pelaku jamasan tosan aji, Taufiq Hermawan menjelaskan prosesi jamasan tersebut diawali dengan doa. Dia mengatakan, prosesi jamasan pusaka itu yang paling penting dan paling awal adalah doa.

“Kita meminta kepada Tuhan agar diberi kekuatan dan kelancaran,” kata Taufiq Hermawan usai prosesi jamasan. Prosesi doa tersebut kemudian dilanjut dengan uluk salam dan kidungan.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X