• Rabu, 5 Oktober 2022

Dinas Kebudayaan Kota Yogya Gelar Lomba Dongeng Cerita Rakyat, Ini Persyaratannya

- Jumat, 8 Juli 2022 | 11:30 WIB
Ilustrasi - Sastrawan cilik Kota Yogyakarta, Binar Mutiara Yahya mendongengkan cerita bertema Semangatku Tangguh Semangatku Tumbuh Itulah Harapanku, beberapa waktu lalu, dalam sebuah lomba tingkat nasional  (ANTARA/HO-Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta)
Ilustrasi - Sastrawan cilik Kota Yogyakarta, Binar Mutiara Yahya mendongengkan cerita bertema Semangatku Tangguh Semangatku Tumbuh Itulah Harapanku, beberapa waktu lalu, dalam sebuah lomba tingkat nasional (ANTARA/HO-Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta)

JOGJA, harianmerapi.com - Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berupaya mengembangkan dan menggali cerita rakyat yang belakangan ini mulai dilupakan.


Untuk mewujudkan hal itu, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta akan menggelar lomba mendongeng cerita rakyat berbasis folklore.


Ini sebagai upaya menguatkan pengembangan sastra melalui media cerita yang disampaikan secara verbal.

Baca Juga: Menkopolhukam Moh Mahfud MD Akui Hukum dan Keadilan Belum Ditegakkan dengan Baik, Begini Penjelasannya

“Potensi cerita rakyat berbasis folklore sangat menarik untuk dijadikan objek sastra dengan cara mendongeng. Potensi ini yang kami upayakan untuk terus dimunculkan dan dikembangkan, salah satunya dengan lomba,” kata Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Ismawati Retno di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, lomba mendongeng tersebut terbuka untuk seluruh warga Kota Yogyakarta yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP atau KIA dan tidak ada batasan usia.

Calon peserta bisa melakukan pendaftaran mulai 18-30 Juli yang dilakukan secara daring melalui tautan atau link yang nantinya diinformasikan di akun Instagram Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, @dinaskebudayaankotajogja.

Baca Juga: Bareskrim Polri Panggil Presiden ACT untuk Klarifikasi Terkait Pengelolaan Dana, Ini Jadwalnya

“Kami memberikan informasi awal karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk pendaftaran, salah satunya naskah dan rekaman mendongeng dengan bahasan Indonesia maksimal 10 menit,” katanya.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X