• Sabtu, 4 Desember 2021

Begini Cara Kantor Pinjaman Online Rekrut Karyawan, Dijanjikan Call Center Malah Jadi Debt Collector

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:15 WIB
Kantor Pinjaman Online di Sleman diberi garis polisi dan dijaga ketat usai digrebek. (Foto: Samento Sihono)
Kantor Pinjaman Online di Sleman diberi garis polisi dan dijaga ketat usai digrebek. (Foto: Samento Sihono)

SLEMAN, harianmerapi.com- Polda Jawa Barat dan Polda DIY terus mengembangkan penggrebekan kantor Pinjaman Online (Pinjol) di Dusun Samirono, Depok, Sleman. Aplikasi pinjaman online itu diketahui merekrut karyawan melalui WhatsApp.

Soal perekrutan karyawan Pinjaman Online ilegal itu diceritaan oleh Suga Pradana. Dia teman salah satu karyawan di kantor pinjaman online itu.

Suga Pradana menceritakan temannya RP baru sehari masuk kerja. Awalnya, RP mendapatkan tawaran sebagai call center, namun saat diterima kerja justru menjadi operator debt collector.

RP menceritakan sempat mendapat panggilan kerja melalui aplikasi WhatsApp, Senin (11/10/2021). Tapi RP justru tidak merasa memasukan lamaran pekerjaan, meski demikian pria asal Pekanbaru Riau tersebut tetap melakoni pekerjaannya.

Baca Juga: Kantor Pinjaman Online di Sleman Digrebek, Sudah Beroperasi Selama 4 BulanBaca Juga: Kantor Pinjaman Online di Sleman Digrebek, Sudah Beroperasi Selama 4 Bulan

"Saya tiba-tiba dapat WhatsApp suruh interview padahal tidak merasa apply lamaran, panggilan itu Senin kemarin. Mau karena iseng habis lulus ada kesempatan dicoba saja," kata RP di lokasi penggrebekan.

Saat interview, pihak perusahaan menjelaskan sebagai penyedia jasa finansial legal, bergerak pada jasa peminjaman atau kredit gawai. Bahkan sempat menyebutkan sebagai klien dua perusahaan penyedia jasa kredit besar.

"Kemarin bilangnya finance legal dan kredit handphone. Ternyata kok malah pinjol. Interview bilangnya salah satu klien dari home credit dan FIF," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jabar bekerjasama dengan Polda DIY menggrebek sebuah ruko lantai 3 di Padukuhan Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman, Kamis (14/10/2021). Ruko itu ditengarai sebagai kantor aplikasi pinjaman online ilegal.

Baca Juga: Kantor Pinjaman Online di Sleman Digrebek, Korban Depresi dan Masuk Rumah Sakit Usai Ditagih Tak Manusiawi

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X