• Sabtu, 29 Januari 2022

Pemkab Sukoharjo Andalkan Dam Colo, Program IP 400 Tahun 2022 Butuh Jaminan Air

- Rabu, 1 Desember 2021 | 11:59 WIB
Lahan pertanian IP 400 di Desa Tegalsari Kecamatan Weru saat panen raya padi beberapa waktu lalu (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Lahan pertanian IP 400 di Desa Tegalsari Kecamatan Weru saat panen raya padi beberapa waktu lalu (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO, harianmerapi.com - Pemkab Sukoharjo berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) terkait jaminan ketersediaan air dari saluran irigasi Dam Colo Nguter untuk pelaksanaan program IP 400 tahun 2022.

Lahan seluas 8.122 hektar telah disiapkan. Selama satu tahun petani akan melakukan empat kali tanam empat kali panen padi sehingga kebutuhan air untuk mengairi sawah sangat besar.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Rabu (1/12) mengatakan, Pemkab Sukoharjo melakukan koordinasi dengan BBWSBS terkait persiapan penerapan program IP 400 tahun 2022 dimana petani perlu mendapat jaminan ketersediaan air.

Baca Juga: Majelis Hakim Tunda Pembacaan Dakwaan Munarman, Kuasa Hukum Minta Sidang Digelar Tatap Muka

Sumber air yang sangat diandalkan di Kabupaten Sukoharjo yakni Dam Colo Nguter. Air dari sana akan dialirkan melalui saluran irigasi mengaliri lahan pertanian disejumlah wilayah.

Kebutuhan air ini dipersiapkan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sejak sekarang di akhir tahun 2021. BBWSBS diminta memberikan jaminan penuh mengalirkan air dari Dam Colo Nguter ke sawah petani.

"Koordinasi perlu. Pertama karena Dam Colo Nguter jadi kewenangan BBWSBS dimana mereka yang berhak mengalirkan air dan menutup pintu air untuk perawatan. Kedua IP 400 ini program utama pemerintah dan Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2021 ini berhasil dan diberi kepercayaan menambah luas lahan di tahun 2022. Jadi petani butuh jaminan air," ujarnya.

Baca Juga: 10 Kuliner Salatiga yang Melegenda Akan Dibranding

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah mengumpulkan kepala desa, camat, gabungan kelompok tani, kelompok tani dan petani di 12 kecamatan. Hasilnya petani menyatakan kesanggupannya menjalankan program IP 400. Petani juga meminta jaminan ketersediaan air dari aliran irigasi Dam Colo Nguter.

"Setiap satu tahun sekali selama satu bulan pintu air Dam Colo Nguter ditutup BBWSBS untuk perawatan rutin. Biasanya saat bulan Oktober. Ini yang dikhawatirkan petani karena dapat mengganggu IP 400. Sedang kami koordinasikan dengan BBWSBS sesuai permintaan petani agar Dam Colo Nguter tetap dibuka sepanjang tahun demi IP 400," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X