• Minggu, 17 Oktober 2021

Tanggul Irigasi Kalibawang Kulon Progo Jebol, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen

- Rabu, 22 September 2021 | 19:45 WIB
Saluran irigasi Kalibawang di Dusun Pantog Wetan, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, ambles pada Rabu (22/9/2021) sekitar 05.00 WIB.  (ANTARA/HO-Humas Polres Kulon Progo)
Saluran irigasi Kalibawang di Dusun Pantog Wetan, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, ambles pada Rabu (22/9/2021) sekitar 05.00 WIB. (ANTARA/HO-Humas Polres Kulon Progo)

KULON PROGO, harianmerapi.com - Hujan deras yang mengguyur Kulonprogo, Selasa (21/9/2021) menyebabkan saluran irigasi di Padukuhan Pantog Wetan, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang jebol. Akibatnya, ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Kulon Progo terancam gagal panen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Kulon Progo, Gusdi Hartono mengatakan, hujan deras memicu peningkatan debit air. Hal itu menyebabkan struktur irigasi peninggalan Belanda tersebut menjadi lemah karena tergerus derasnya arus.

"Lantai dasar saluran air dengan diameter empat meter jebol. Air juga menggerus dinding tanggul hingga sepanjang lima meter," kata Gusdi, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: Pengakuan Pakai Narkoba Berujung Pemerasan, Pemuda di Kulon Progo Lapor Polisi

Untuk mengantisipasi agar kerusakan tidak meluas, aliran air di saluran tersebut dihentikan sementara waktu. Irigasi kemudian ditutup agar kerusakan tidak semakin parah.

Selain saluran air, jalur inspeksi di sekitar lokasi kejadian juga rusak. Bahkan, sebuah jembatan yang tak jauh dari saluran tersebut juga mengalami kerusakan.

"Saluran air yang jebol juga mengancam lahan persawahan seluas 2.010 hektare. Sebab selama ini, saluran air tersebut mengalirkan 7.000 liter air per harinya untuk kebutuhan pertanian di Kulon Progo dan wilayah sekitar," urai Gusdi.

Baca Juga: Fenomena Panen Teri di Pantai Selatan DIY, Begini Penjelasan Pakar UGM

Saat ini, produktivitas pertanian di Kulon Progo masuk masa tanam pertama. Jika kerusakan saluran air tidak segera diperbaiki, maka 2.010 hektare lahan pertanian akan terancam. "Perbaikannya menjadi kewenangan BBWSSO," ujarnya.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masyarakat Jangan Merasa Sudah Aman dari Covid-19

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Nelayan Kulon Progo Dimotivasi untuk Terus Melaut

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:55 WIB
X