• Selasa, 7 Desember 2021

Angka Terlalu Tinggi, Kredit Bermasalah BUMD Perbankan Sukoharjo Disorot

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:43 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat memberikan pembinaan pada BUMD.  (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat memberikan pembinaan pada BUMD. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO, harianmerapi.com - Tingginya Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perbankan mendapat sorotan.

Kinerja BUMD diharapkan lebih baik karena sudah mendapatkan dana penyertaan modal. Pemkab Sukoharjo juga berharap BUMD memberikan kontribusi besar dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat membuka kegiatan pembinaan BUMD se Kabupaten Sukoharjo di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10 Pemkab Sukoharjo, Jumat (22/10) mengatakan, pembinaan dilakukan dalam upaya meningkatkan kinerja BUMD.

Hal itu penting mengingat BUMD menjadi andalan bagi Pemkab Sukoharjo baik dari sisi pelayanan maupun berkontribusi besar memberikan PAD bagi daerah.

Baca Juga: DPRD DIY Dorong Danais Dialokasikan untuk Perlindungan Hak Disabilitas

Pemkab Sukoharjo melihat kondisi di masing-masing BUMD berbeda. Sorotan diberikan pada BUMD perbankan di mana ditemukan masalah masih tingginya kredit bermasalah.

Temuan tersebut seperti di BKK Jateng Cabang Sukoharjo dimana tercatat kredit bermasalahnya cukup tinggi sebesar 27 persen.

NPL 27 persen di BKK Jateng Cabang Sukoharjo sangat tinggi karena idealnya hanya pada kisaran 5 persen.

Sedangkan yang terjadi di BKK Jateng Cabang Sukoharjo angkanya di atas 5 persen dan menandakan kondisi tidak baik, tidak sehat.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mapolres Sukoharjo Baru Segera Dibangun di Mandan

Rabu, 1 Desember 2021 | 20:05 WIB

Bazar Produk Tani, Petani Bangkit di Masa Pandemi

Rabu, 24 November 2021 | 18:20 WIB

Polsek Grogol Tangkap Perempuan Pelaku Curanmor

Selasa, 23 November 2021 | 20:00 WIB
X