• Kamis, 9 Desember 2021

Korban Pinjol Ilegal, 17 Warga Mengadu ke Polresta Surakarta

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:55 WIB
Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak, saat memberikan keterangan terkait kasus pinjol disela acara Baksos Alumni Akabari 1989 di Balai Kota Surakarta, Kamis (21/10/2021). ( ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.)
Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak, saat memberikan keterangan terkait kasus pinjol disela acara Baksos Alumni Akabari 1989 di Balai Kota Surakarta, Kamis (21/10/2021). ( ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.)


SOLO, harianmerapi.com - Korban aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal tersebar di mana-mana, termasuk di Solo.


Berdasar data dari Polres Kota Surakarta, sudah ada 17 aduan melalui "call center" Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim). Mereka melaporkan telah menjadi korban kasus pinjaman online atau daring.


"Sebanyak 17 warga Solo yang menjadi korban melapor melalui 'call center' Satreskrim Polresta Surakarta, terkait kasus 'pinjol'," kata Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak, saat menghadiri acara Baksos Alumni Akabari 1989 di Balai Kota Surakarta, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Bus Arema FC Dilempari Batu di Jogja, Ini Kata Pelatih Eduardo Almeida

Menurut Kapolres kasus Pinjol ada beberapa laporan yang sudah masuk Polresta Surakarta dan sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan termasuk melakukan koordinasi efektif dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.

Menurut Kapolres mengatakan korban warga asal Solo yang sudah melaporkan melalui "call center" ada 17 warga yang menjadi korban. Pelaku dengan ancaman cara menagih kepada korbannya. Pelaku melakukan intimidasi menyebakan konten-konten bergambar pornografi dengan wajah-wajah korbannya. Korban diteror terus setiap hari dengan gonta-ganti nomor handphone.

Kendati demikian, Kapolres mengimbau warga jangan mudah percaya dan disaring terlebih dahulu sebelum kemudian mengakses semua fasilitas yang ada di dunia maya atau berbau daring. Pelajari betul aturan mainnya dan pastikan bahwa semua sudah terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Pemkab Temanggung Mengejar Capaian Vaksinasi, Koordinasi Lintas Sektoral Ditingkatkan

"Kami ingin menjamin dana masyarakat bisa betul-betul terlindungi atau dilindungi dari pelaku transaksi keuangan. warga yang melaporkan itu, besaran utangnya rata-rata antara Rp50 juta hingga Rp75 juta. Pinjaman itu, bunga berbunga tidak pernah habis," kata Kapolres.

Bahkan, kata Kapolres, ada korban yang tidak merasa meminjam dana, tetapi dia pernah mengakses situs itu, kemudian oleh pemilik pinjaman dana, diklaim sudah pernah ditransfer dan seterusnya. Padahal, korban tidak pernah menerima uang pinjaman itu.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mapolres Sukoharjo Baru Segera Dibangun di Mandan

Rabu, 1 Desember 2021 | 20:05 WIB

Bazar Produk Tani, Petani Bangkit di Masa Pandemi

Rabu, 24 November 2021 | 18:20 WIB

Polsek Grogol Tangkap Perempuan Pelaku Curanmor

Selasa, 23 November 2021 | 20:00 WIB
X