• Senin, 6 Desember 2021

Pinjol Ilegal di Jogja Teror Nasbah Pakai Konten Porno, Ternyata Juru Tagihnya Seorang Wanita

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:06 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menunjukkan gambar lokasi penggrebekan pinjol ilegal di Yogya (Foto: Dokumentasi Humas Polda Jateng)
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menunjukkan gambar lokasi penggrebekan pinjol ilegal di Yogya (Foto: Dokumentasi Humas Polda Jateng)

SEMARANG, harianmerapi.com- Polda Jateng masih terus mengembangkan kasus penggrebekan kantor pinjol ilegal di Jalan Kyai Mojo Tegalrejo Yogyakarta. Satu orang sudah ditetapkan jadi tersangka, yakni seorang debt collector wanita.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menjelaskan, dari ketiga orang yang diamankan, baru satu yang ditetapkan tersangka selaku debt collector berinisial A berjenis kelamin perempuan.

"Debt collector itu melakukan pemerasan dan pengancaman. Setiap debt collector ini terdapat target setiap penagihan. Jika berhasil dia akan mendapatkan komisi berdasarkan prosentase dari total yang ditagih," ujar dia.

Total keseluruhan karyawan, kata Johanson terdapat 200 orang. Namun karena pandemi, karyawan tersebut dirumahkan.

Baca Juga: 14 Karyawan Pinjol Ilegal di Pontianak Ditetapkan Sebagai Saksi

"Kami hanya menemukan tiga orang di antaranya adalah debt collector, HRD dan Direktur. Semua sedang kami lakukan pemeriksaan dan jika memenuhi unsur pidana akan ditetapkan tersangka. Kami juga akan memeriksa karyawan lainnya," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, kantor penagihan pinjaman online ilegal kembali digrebek di Jogja. Kali ini sebuah ruko milik PT AKS di Jalan Kyai Mojo Tegalrejo Yogyakarta digrebek aparat Polda Jateng. Mereka sangat meresahkan, karena menagih utang dengan menyebarkan konten porno.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng mengamankan tiga orang dalam kasus ini, yakni seorang direktur, HRD dan penagih utang atau debt collector.

"Selain mengamankan tiga orang,termasuk seorang direktur, kami juga menyita 10 dari 300 unit komputer," ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi pada gelar kasus, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: Digrebek Polda Jawa Tengah, Pinjol Ilegal di Jogja Teror Nasabah Pakai Konten Porno

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X