• Selasa, 7 Desember 2021

Inilah Modus Pinjol Ilegal, dari Kekerasan Hingga Sebar Konten Porno

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:08 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menunjukkan gambar lokasi penggrebekan pinjol ilegal di Yogya (Foto: Dokumentasi Humas Polda Jateng)
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menunjukkan gambar lokasi penggrebekan pinjol ilegal di Yogya (Foto: Dokumentasi Humas Polda Jateng)

AKSI penyelenggara pinjaman online (pinjol) ilegal ternyata sangat mengerikan. Berbagai cara dilakukan untuk menekan nasabah agar bersedia membayar utangnya, yang sebenarnya belum tentu utang.

Seperti dialami salah seorang korban pinjol di Semarang, ia mengirim aplikasi pinjol yang langsung disetujui lantaran bunganya sangat rendah, berikutnya korban mengirim data kontak dan galeri, serta mangaktifkan mikrofon untuk memberi akses kepada pengelola pinjol.


Beberapa waktu kemudian perusahaan pinjol mengatakan telah mentransfer uang sekian juta. Namun ketika dicek uang tidak masuk ke rekening nasabah. Perusahaan pinjol tak mau tahu, dan tiga hari kemudian nasabah ditelepon untuk segera melunasi utangnya karena telah jatuh tempo.

Baca Juga: Koruptor Bantuan Gempa Jogja Dibekuk Kejati Jabar, Buron Selama 8 Tahun

Jika tidak, perusahaan pinjol akan menyebar ke relasi nasabah dengan mengatakan bahwa nasabah adalah penipu. Tak hanya itu, perusahaan pinjol meneror dengan menyebarkan konten Porno dengan wajah nasabah.


Teror-teror semacam itulah yang membuat nasabah ketakutan dan merasa malu, sehingga menuruti keinginan perusahaan pinjol. Bahkan, kasus di Bandung, seorang nasabah yang hanya pinjam Rp 5 juta terus ditagih karena bunganya sudah mencapai Rp 200 juta.

Jelas, pinjol ini hanyalah sekadar kedok untuk melakukan kejahatan. Bahkan, mereka tak kalah kejam dengan perampok.

Baca Juga: Jangan Sampai Libur Panjang Jadi Klaster Baru Covid-19, Ini yang Harus Diingatkan


Bagaimana mungkin orang yang tidak pinjam tapi ditagih terus menerus dan diancam teror dengan mengirim konten Porno berwajah nasabah ? Untungnya, masih ada korban yang melapor hingga polisi bergerak.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada Komplotan Gendam Raup Miliaran Rupiah

Selasa, 7 Desember 2021 | 11:30 WIB

Ikut Pelatihan Kerja, Jangan Pilih LPK Abal-abal

Senin, 6 Desember 2021 | 11:30 WIB

Sanksi Hukum PRT yang Mencuri Emas Majikan

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:00 WIB

Pandemi, Kita Belajar Berhemat

Minggu, 5 Desember 2021 | 05:00 WIB

Menunggu Pembubaran Geng Pelajar Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:00 WIB

Bahaya Anak Kecanduan Video Porno, Bocah TK Pun Dicabuli

Selasa, 30 November 2021 | 14:28 WIB

Dendam Keluarga Berujung Petaka

Senin, 29 November 2021 | 11:45 WIB

Lima Ujian yang Dihadapi Hidup Orang Beriman

Jumat, 26 November 2021 | 05:00 WIB
X