• Senin, 6 Desember 2021

Jangan Sampai Libur Panjang Jadi Klaster Baru Covid-19, Ini yang Harus Diingatkan

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:36 WIB
Dokumentasi - Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. ( ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Dokumentasi - Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. ( ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)



JAKARTA, harianmerapi.com - Setiap libur panjang selalu saja memunculkan klaster baru Covid-19. Karena itu, yang perlu diantisipasi saat ini adalah libur Natal dan Tahun Baru, jangan sampai memunculkan klaster baru.


Hal tersebut diingatkan anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/10/2021)


Nurhadi menyebutkan akhir tahun menjadi masa paling krusial atau menentukan apakah Indonesia bisa melewati ancaman gelombang ketiga atau tidak.

Baca Juga: Om Irvan Masih Mencari Rendy, Tapi Tak Sadar Rendy Anak Buah Aldebaran, Sinopsis Ikatan Cinta 19 Oktober 2021

"Kita tak boleh lupa bahwa fakta selama masa pandemi menunjukkan libur panjang menjadi faktor pemicu munculnya klaster baru penularan virus corona," kata dia.


Nurhadi menilai upaya pencegahan lonjakan penularan COVID-19 pada libur Natal dan tahun baru mendatang harus dilakukan secara ketat dan terkoordinasi dari pusat hingga daerah.

"Sejumlah langkah pengendalian harus konsisten dilakukan, meski pelonggaran kegiatan di beberapa sektor terus terjadi menyusul tren penurunan jumlah kasus positif COVID-19 di tanah air," kata Nurhadi.

Dia mengatakan untuk mempertahankan terkendalinya sebaran COVID-19 berbagai kegiatan masyarakat di area publik juga harus terus memiliki mekanisme agar tetap bisa dikendalikan.

Baca Juga: Dukung Petani Lokal, Maudy Ayunda Investasi di Startup Segari

"Saat ini masyarakat harus terus dipersiapkan agar mampu menjalani norma-norma baru dalam kegiatan keseharian demi menjaga penyebaran COVID-19 tetap terkendali," katanya.

Dia mengatakan DPR RI menunggu roadmap seperti apa yang disiapkan pemerintah terkait dengan transisi dari pandemi ke endemi COVID-19. Nurhadi menuturkan jumlah kasus COVID-19, baik yang positif maupun meninggal dunia telah melandai.

"Saatnya masyarakat hidup tenang dengan kebiasaan baru bersama Covid-19 sebab virus ini tidak mungkin menghilang 100 persen," ucapnya.

Baca Juga: PPKM DKI Jakarta Diturunkan Jadi Level Dua, Capain Vaksinasi di Atas 50 Persen


Menurut Nurhadi, kewaspadaan dan disiplin mematuhi protokol kesehatan tetap harus diperhatikan.

"Kita masih punya PR, yaitu menyelesaikan vaksinasi hingga tuntas menjangkau paling tidak 70 persen penduduk Indonesia," kata Nurhadi.

Hal senada juga dikatakan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. Menurut dia akhir tahun dan tahun depan, periode libur Natal dan tahun baru menjadi krusial untuk pengendalian Covid-19.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BNPB: 13 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:27 WIB
X