• Kamis, 1 Desember 2022

Hati-hati dengan Pencurian Data Pribadi oleh Pinjol Ilegal, Jangan Sembarangan Unggah Data Pribadi

- Senin, 18 Oktober 2021 | 23:45 WIB
Ilustrasi - Sejumlah anak bermain di dekat mural mengenai pinjaman online di kawasan Tempurejo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021). Mural tersebut sebagai sarana imbauan kepada masyarakat terhadap bahaya pinjaman daring atau 'online' (pinjol) ilegal yang sekarang lagi marak.  (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Ilustrasi - Sejumlah anak bermain di dekat mural mengenai pinjaman online di kawasan Tempurejo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021). Mural tersebut sebagai sarana imbauan kepada masyarakat terhadap bahaya pinjaman daring atau 'online' (pinjol) ilegal yang sekarang lagi marak. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

JOGJA, harianmerapi harian - Polri sedang gencar menggrebek aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal karena meresahkan masyarakat.

Selain keluhan soal pinjaman yang membengkak dan penagihan yang tidak manusiawi, masyarakat juga harus waspada terhadap pencurian data pribadi oleh pinjol ilegal.

Peringatan ini disampaikan pakar Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Lukito Edi Nugroho.

Lukito melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin (18/10/2021), mengatakan kewaspadaan itu antara lain diwujudkan dengan tidak gegabah mengunggah data pribadi di media sosial.

Baca Juga: Banyak Warga Surabaya Terjerat Pinjol Ilegal untuk Atasi Kesulitan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

"Aplikasi-aplikasi pinjol, terutama yang ilegal kan bisa melakukan apapun tanpa sepengetahuan kita. Hal itu yang membahayakan karena kita tidak tahu apa yang dilakukan aplikasi tersebut," kata dia.

Menurut dia, data yang telah tersebar di publik sangat rentan untuk disalahgunakan dan diduplikasi untuk berbagai kepentingan yang dapat merugikan pemiliknya, termasuk dalam hal pengajuan pinjol.

Untuk menghindari pencurian data pribadi, menurut dia, masyarakat juga diminta untuk lebih wasapada apabila menerima pesan baik dalam bentuk SMS, WhatsApp, e-mail, maupun bentuk lainnya dari dari sumber yang tidak jelas atau mencurigakan.

Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Infromatika Fakultas Teknik UGM ini meminta masyarakat mengabaikan pesan yang masuk dan jangan meng-klik tautan yang dikirimkan.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X