• Selasa, 7 Desember 2021

Pilu Anak Tahanan Ditiduri Oknum Kapolsek Parigi Moutong, Mental Korban Terguncang dan Lebih Sering Diam

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:45 WIB
Korban dugaan asusila oknum kapolsek di Parimo (kanan) didampingi kuasa hukum korban Andi Akbar Panguriseng (kiri) memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media usai melapor dan menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Sulteng Senin malam (18/10).  (ANTARA/Muhammad Arsyandi)
Korban dugaan asusila oknum kapolsek di Parimo (kanan) didampingi kuasa hukum korban Andi Akbar Panguriseng (kiri) memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media usai melapor dan menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Sulteng Senin malam (18/10). (ANTARA/Muhammad Arsyandi)

PALU, harianmerapi.com - S anak tahanan yang diduga ditiduri oknum Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, dalam kondisi terguncang dan tertekan pasca peristiwa memilukan yang ia alami.

Bukan hanya S, mental dan jiwa ibu kandungnya pun juga mengalami guncangan hebat karena tidak menyangka perbuatan asusila tersebut dialami oleh anak perempuannya.

"Psikis keluarga korban sangat terguncang. Ibunya menangis terus sampai pingsan akibat peristiwa yang dialami anak perempuannya. Korban juga lebih sering diam," kata kuasa hukum S, Andi Akbar Panguriseng saat mendampingi korban menjalani pemeriksaan di Markas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kota Palu, Senin (18/10/2021) malam.

Baca Juga: Anak Tahanan Ditiduri Oknum Kapolsek Parigi Moutong, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Akan Menempuh Jalan Damai

Oleh sebab itu ia meminta Polda Sulteng mengusut tuntas dan seadil-adilnya atas peristiwa tersebut apalagi oknum kapolsek berinisial IDGN itu tidak menyangkal jika dirinya mengirimkan pesan kepada korban untuk berbuat asusila dengan janji akan membebaskan ayah korban yang saat ini mendekam di penjara di Parimo.

"Harapan kami oknum kapolsek tersebut tidak hanya dipecat tapi juga dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya berbuat asusila kepada remaja perempuan yang merupakan anak seorang tersangka yang ditahan di Parimo," ujarnya.

Andi Akbar menegaskan korban dan pihak keluarga korban tidak akan menempuh jalan damai atas kasus tersebut. Mereka ingin kasus itu menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang dan tidak ada lagi remaja perempuan yang mengalami hal serupa.

IDGN diduga telah mencabuli S dengan janji akan membebaskan ayahnya yang mendekam di jeruji besi jika permintaan tersebut dituruti. Hingga perbuatan tersebut dilakukan, IDGN tidak kunjung membebaskan ayah remaja perempuan itu.*

 

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X