• Senin, 27 Juni 2022

Memprihatinkan, Ada 390 Warga Jateng yang Dipasung karena Gangguan Jiwa Sepanjang Tahun 2021

- Senin, 11 Oktober 2021 | 07:34 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi jateng Yulianto Prabowo saat menghadiri acara Hari Kesehatan Jiwa Se-dunia 2021 di RSJD Surakarta, Ahad (10/10/2021). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi jateng Yulianto Prabowo saat menghadiri acara Hari Kesehatan Jiwa Se-dunia 2021 di RSJD Surakarta, Ahad (10/10/2021). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.)

SOLO, harianmerapi.com - Sungguh memprihatinkan, masih ada 390 kasus orang dipasung di Jawa Tengah (Jateng) sepanjang tahun 2021, karena alasan penyakit gangguan jiwa.

"Jumlah warga dipasung di Jateng periode Januari hingga Juni 2021 sebanyak 390 kasus dan mereka tersebar di 35 kabupaten kota di daerah ini," kata Kepala Dinkes Pemprov Jateng Yulianto Prabowo, di Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Se-dunia (HKJS) 2021 yang digelar di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta, Jateng, Ahad (10/10/2021).

Ditambahkan Yulianto Prabowo, pihaknya banyak mendapati orang yang dipasung tersebut karena gangguan jiwa. Karena itu, mereka dipasung oleh keluarganya sendiri dengan alasan malu atau aib keluarga dan tidak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).

Baca Juga: AHHA PS Pati Bertekad Bangkit Hadapi Persijap Jepara di laga Liga 2 Sore Ini

Sedang jumlah kasus orang dipasung karena penyakit gangguan jiwa di Jateng pada 2020 mencapai 515 orang.

"Problema pasung ini, sangat banyak dan hampir semuanya sudah dibebaskan, tapi setelah dilepas kemudian dilakukan pemasungan kembali oleh masyarakat," kata Yulianto.

Menurut Dinkes Jateng, guna menangani masalah tersebut harus bersama-sama dengan masyarakat. Dengan kerja sama baik, permasalahan kesehatan jiwa bisa ditangani dengan baik. Semua komponen harus bersatu padu sehingga angka-angka pengurungan pasung bisa menjadi perhatian semua.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 19: Istri Kedua Melancarkan Jurus Rayuan

Yulianto mengatakan kasus kesehatan jiwa tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Pemprov Jateng dalam menjalankan misi menjadikan masyarakatnya lebih sehat, pintar, dan berbudaya. Selain itu, masyarakat juga mencintai lingkungan kesehatan jiwa menjadi salah satu kebudayaan masyarakat yang terabaikan dan sekarang menjadi lebih penting.

"Kesehatan jiwa merupakan bagian yang penting ke depannya, menjadi sumber daya manusia yang produktif, sekaligus aset bangsa yang berharga," katanya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketersediaan Cabai pada Idul Adha Dipastikan Aman

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:35 WIB
X