• Jumat, 19 Agustus 2022

Orang Gangguan Jiwa pun Disasar Vaksinasi

- Senin, 14 Juni 2021 | 10:14 WIB


BANTUL (harianmerapi.com)- Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bantul akan menjadi sasaran vaksin berikutnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul akan menyasar kelompok ini setelah vaksin untuk pelayanan publik khususnya tenaga pendidik rampung dilakukan. Selain ODGJ, vaksin juga akan dilakukan kepada para penyandang disabilitas.
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Dinas Sosial P3A Kabupaten Bantul, Tunik Wusri Arliani menjelaskan bahwa ada sekitar enam ribu disabilitas dan ODGJ di Bantul. Meski begitu pihaknya kini tengah melakukan pendataan terkait jumlah Disabilitas dan ODGJ yang akan mendapatkan vaksin. Sementara itu, Dinsos sudah melayangkan pengajuan vaksin kepada Dinkes Bantul dan pemerintah pusat. "Kemarin sudah kami ajukan, nanti yang diterima berapa kami menunggu dahulu," sebutnya.

Di sisi lain, Tunik menyebut akan ada beberapa perbedaan teknis vaksinasinya. Sehingga dia tidak menampik bahwa vaksinasi untuk disabilitas akan berbeda dengan vaksinasi kelompok sebelumnya. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk membahas kendala-kendala yang mungkin akan dihadapi. Di mana untuk disabilitas, harus disiapkan fasilitas pendukung untuk mengantisipasi kendala mobilitasnya. "Jadi kami masih menggelar rapat lagi dengan OPD terkait cara vaksinasi yang cepat, tepat dan mudah untuk mereka," ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharja menjelaskan vaksinasi untuk Guru TK, PAUD, SD dan SMP sudah selesai dilakukan. Kemudian Dinkes Bantul akan memprioritaskan vaksinasi untuk kelompok lansia dan pra lansia. Di mana dalam tahap pra lansia itu terdapat kelompok disabilitas dan ODGJ. "Untuk vaksin guru sudah, tinggal sedikit yaitu guru Madrasah Aliyah (MA), dosen juga sudah mulai," terangnya.

Agus Budi menjelaskan bahwa masyarakat dalam kategori pra lansia juga berpotensi rawan terpapar Covid-19. Terlebih lagi warga pra lansia yang tiap harinya beraktivitas di luar. Lalu terkait dengan vaksin yang akan digunakan, pihaknya mengaku belum dapat memberikan informasi detail. Hanya saja sampai saat ini vaksinasi yang diberikan tahap pertama jenis Astra Zeneca. "Tidak perlu khawatir karena sejak awal Juni sekitar 20 ribu vaksin yang telah didistribusi tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)," pungkasnya. (C1)

Editor: admin_merapi

Terkini

Rumah kades di Sumut dibakar, ini pelakunya

Minggu, 14 Agustus 2022 | 06:30 WIB
X