• Jumat, 22 Oktober 2021

Masih Ada Wilayah di Gunungkidul yang Butuh Bantuan Air Bersih

- Senin, 20 September 2021 | 20:11 WIB
Ilustrasi distribusi bantuan air bersih untuk wilayah yang dilanda kekeringan di Temanggung (Foto: Zaini Arrosyid     )
Ilustrasi distribusi bantuan air bersih untuk wilayah yang dilanda kekeringan di Temanggung (Foto: Zaini Arrosyid )

GUNUNGKIDUL, harianmerapi - Beberapa wilayah di Gunungkidl masih mengalami kekeringan, sehingga membutuhkan droping air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul sejauh ini telah menyalurkan air bersih sebanyak 1.700 tangki kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Gunungkidul.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki, Senin (20/9/2021), saat ini masih ada beberapa wilayah yang masih membutuhkan penyaluran air bersih karena mengalami krisis air.

Baca Juga: Dua Hari Uji Coba, Pengunjung Candi Prambanan Masih Minim

"Distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan pada 2021 ini cukup tinggi, di luar prediksi sebanyak 50 persen dari total 2.200 tangki. Pada 2020, distribusi hanya mencapai 50 persen atau sekitar 1.000 dari 2.000 tangki yang dialokasi, namun tahun ini naik drastis," kata Edy.

Dikatakannya, tahun lalu masa musim kemarau terbilang lebih pendek dibandingkan tahun ini. Sebagai contoh, di 2020 lalu dropping air bersih dilakukan mulai akhir Juli hingga awal Oktober. Sedangkan untuk tahun ini, distribusi air bersih sudah dilakukan sejak awal Juli dan masih berlangsung hingga kini.

"Krisis air tahun ini tidak separah periode 2018-2019. Adapun pihaknya memperkirakan krisis air bersih kali ini bisa berlangsung hingga Oktober nanti," katanya.

Baca Juga: Bupati Bantul: Terima Kasih Masyarakat yang Sudah Ikut Vaksinasi

Ia mengatakan ada pun beberapa kecamatan yang berpotensi akan mengajukan permohonan distribusi air jika hujan belum juga turun hingga Oktober ini, yakni Kecamatan Ngawen, Semin, dan Nglipar.

Sebelumnya, ia memperkirakan dampak krisis air di Gunungkidul bisa meluas hingga 15 kecamatan, kecuali Playen dan Karangmojo karena wilayah itu terbebas dari masalah krisis air.

"Semoga hujan segera mengguyur DIY, khususnya Gunungkidul, sehingga tidak ada lagi kecamatan yang krisis kekurangan air bersih," katanya.

Baca Juga: Dapat Penumpang Berkebaya Hijau Tua, Lho Kok Masuk Makam?

Camat Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan sampai saat ini wilayahnya masih membutuhkan distribusi air bersih. Adapun yang terdampak berada di seluruh lima.

"Ada lima desa yang berada di dataran tinggi dan berbatuan masih membutuhkan distribusi air bersih," katanya. *

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X