• Selasa, 19 Oktober 2021

Penuhi Kebutuhan Air Bersih, PDAM Gunungkidul Bor Dua Titik Sungai Bawah Tanah

- Kamis, 16 September 2021 | 21:31 WIB
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul memasang jaringan air bersih kepada rumah tangga sasaran.  (Foto ANTARA/Sutarmi )
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul memasang jaringan air bersih kepada rumah tangga sasaran. (Foto ANTARA/Sutarmi )

GUNUNGKIDUL, harianmerapi.com - Dalam rangka meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul akan melakukan pengeboran sungai bawah tanah di dua titik di zona selatan.

Disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Toto Sugiharta, Kamis (16/9/2021), dua titik sungai bawah tanah tersebut berada di daerah Tanjungsari dan di Desa Kepek, kecamatan Saptosari.

"Kami menduga jaringan sungai bawah tanah baru ini terhubung dengan sumber air Pantai Baron di Kemadang, Tanjungsari dan Pantai Ngobaran di Saptosari. Dugaan sementara ini hasil dari tes Elektromagnetik Very Low Frequency," kata Toto Sugiharto.

Baca Juga: Lomba Racik Jamu Tradisional Pemkab Boyolali Diikuti 12 Peserta

Dijelaskan, sumber air di Baron dan Ngobaran selama ini telah dimanfaatkan PDAM Tirta Handayani. Dua sumber air permukaan yang muncul di bibir pantai tersebut berasal dari sistem jaringan sungai bawah tanah di kawasan Pegunungan Sewu.

“Kedalaman sungai bawah tanah di Tanjungsari sekitar 50 meter, sementara di Kepek, Saptosari sekitar 50 hingga 100 meter,” katanya.

Ia berharap temuan dua titik sumber air tersebut kelak dapat terwujud berhasil dimanfaatkan. Toto optimis, jika air berhasil diangkat, pelayanan air bagi warga kawasan zona selatan dapat lebih optimal.

Baca Juga: Pengunjung Wisata Tebing Breksi Harus Ikuti SOP dengan Ketat

"Dibutuhkan produksi air dengan debit 300 liter per detik untuk wilayah Gunung Kidul. Selama ini baru dihasilkan antara 150-200 liter per detik. Target kami tahun 2022-2023 dapat menambah produksi 100 liter per detik. Selain di kawasan selatan, kami juga temukan sumber air bawah tanah di zona tengah Gunung Kidul,” katanya seperti dikutip Antara.

Toto Sugiharto mengatakan pihaknya akan melakukan pengeboran dengan bor ukuran kecil untuk memastikan titik yang tepat letak sungai bawah tanah. Jika nanti dua titik tersebut berhasil dimanfaatkan otomatis akan meningkatkan debit produksi air bersih.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X