• Rabu, 20 Oktober 2021

Objek Wisata di Yogya Boleh Beroperasi Asal Dilengkapi QR Code PeduliLindungi

- Jumat, 17 September 2021 | 20:23 WIB
Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke pusat perbelanjaan di Jakarta Timur, Jumat (3/9/2021).  (ANTARA/Natisha Andarningtyas)
Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke pusat perbelanjaan di Jakarta Timur, Jumat (3/9/2021). (ANTARA/Natisha Andarningtyas)

YOGYA,harianmerapi.com-Aplikasi PeduliLindungi dan Cleanliness, Health, Safety and Enviromentaly Sustainability (CHSE) menjadi syarat wajib objek wisata bisa beroperasional apabila nanti sudah diizinkan. Untuk itu pengelola tempat wisata dan usaha jasa pariwisata di Kota Yogyakarta diminta segera melengkapi CHSE dan mengajukan QR Code untuk dipindai aplikasi PeduliLindungi.

“CHSE dan aplikasi PeduliLindungi menjadi piranti wajib. Ada yang sudah melengkapi dan ada yang belum,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskan, objek wisata edukasi milik Pemkot Yogyakarta yakni Taman Pintar selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan yang telah diverifikasi tingkat kota.

Baca Juga: Aturan Ganjil Genap di Tiga Tempat Wisata, Pemkot Yogyakarta Pikirkan Aktivitas Warga Lokal

Namun karena ketentuan harus rekomendasi dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) maka harus melengkapi CHSE.

Oleh sebab itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Taman Pintar terkait kelengkapan persyaratan dokumen untuk CHSE.
“Kami langsung gerak cepat koordinasi dengan Taman Pintar. Sudah dilakukan audit lapangan dan hasilnya kami tunggu, semoga CHSE segera didapat,” ujarnya.

Menurutnya dalam rapat dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta tengah mengejar capaian vaksinasi agar diakui pemerintah pusat. Karena pemerintah pusat, lanjutnya, tengah memasukkan parameter vaksinasi.

Baca Juga: Siap-siap, Polda DIY Berlakukan Aturan Ganjil Genap di Tiga Destinasi Wisata

Jika capaian vaksinasi Yogya diakui pemerintah pusat, maka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa turun menjadi level 2.

“Kalau sudah turun level dua, semua tempat wisata boleh dibuka dengan kapasitas 50 persen. Tapi wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dan protokol kesehatan yang direkomendasikan Kemenparekraf yaitu CHSE,” papar Wahyu.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stok Darah PMI Jogja Hari Ini, Selasa 19 Oktober 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:10 WIB

77 Karyawan Pinjol Ilegal Dipulangkan ke Jogja

Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:35 WIB
X