• Senin, 27 Juni 2022

Pemimpin yang Zalim 62: Anak Orang Terpandang di Kampung Sehingga Terbiasa Hidup Kecukupan Jadi Egois

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:10 WIB
Cinta pada Lola ditolak membuat Puma suka mabuk-mabukan dengan temannya. (Ilustrasi Sibhe)
Cinta pada Lola ditolak membuat Puma suka mabuk-mabukan dengan temannya. (Ilustrasi Sibhe)

harianmerapi.com - Cerita hidayah pemimpin yang Zalim sampai pada kilas balik kehidupan Puma si pembunuh Lola yang tak lain adalah istrinya sendiri.

Sebagai anak pemuka masyarakat yang terpandang di kampung, Puma sudah terbiasa hidup berkecukupan dan semua yang ia inginkan pasti terwujud.

Hal itu membuat Puma jadi egois di antara teman-temannya. Ia acap kali mengamuk jika ada yang mengalahkan dirinya dalam hal tertentu.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 1: Kepala Desa Meninggal Mendadak secara Misterius, Warga pun Geger dan Heboh

Termasuk di sekolah, Puma menganggap orang yang mendapat nilai bagus dianggapnya sebagai musuh yang harus disingkirkan.

Sikap ini sering berbenturan dengan kenyataan, bahwa memang banyak anak lain yang lebih pandai dibanding dirinya.

Jika sudah begitu, maka Puma pun nekat melakukan hal-hal negatif. Salah satunya adalah dengan pelarian melakukan minum minuman keras hingga mabuk.

Meski masih remaja, Puma dikenal sebagai ketua geng yang suka berbuat onar dan mabuk.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 2: Suara Pro dan Kontra Muncul Setelah Kepada Desa Meninggal Mendadak

Maksudnya untuk menunjukkan bahwa dirinya seorang jagoan sehingga ditakuti oleh orang lain. Namun di mata Lola, tingkah polah Puma justru membuat ia semakin menjauh.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X