• Sabtu, 10 Desember 2022

Pemimpin yang Zalim 57: Pada Saatnya Anak pun Bisa Membantu Ayah

- Senin, 16 Mei 2022 | 17:15 WIB
Rangga menemui ayahnya untuk membantu sebisa mungkin (Ilustrasi Sibhe)
Rangga menemui ayahnya untuk membantu sebisa mungkin (Ilustrasi Sibhe)

harianmerapi.com - Cerita Hidayah pemimpin yang Zalim. Ucapan Puma bahwa dirinya baru saja membunuh perempuan terus saja menjadi pikiran Rangga.

Malam menjelang pagi ia pulang ke rumah dengan pikiran galau. Sekalipun ia merasa dikecewakan dengan sang ayah,

namun sebagai seorang anak Rangga tetap saja timbul naluri untuk melakukan pembelaan dan membantu sesuai kemampuan.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 1: Kepala Desa Meninggal Mendadak secara Misterius, Warga pun Geger dan Heboh

Apalagi jika benar ada orang lain yang ternyata menjadi pembunuh yang sebenarnya.

Itu artinya, ayahnya hanya menjadi korban salah tangkap. Lebih keji lagi jika ternyata ayahnya menjadi sasaran untuk difitnah.

Meski saat bicara tengah mabuk, bukan tidak mungkin Puma bicara yang sesungguhnya. Karena itu, pagi=pagi sekali meski belum sempat tidur Rangga bergegas menuju ke kantor polisi.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 2: Suara Pro dan Kontra Muncul Setelah Kepada Desa Meninggal Mendadak

Ia ingin menemui ayahnya, untuk mmberitahu soal informasi penting dari mulut Puma. Siapa tahu langkahnya itu bisa membantu ayahnya agar terbebas dari masalah hukum yang tengah menjerat.

"Betul Puma ngomong seperti itu?" tanya Salendro setelah Rangga bercerita soal peristiwa tadi malam.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X