• Rabu, 29 Juni 2022

Pemimpin yang Zalim 55: Ayah yang Berbuat, Anak Merasa Jadi Korban Cari Pelarian dengan Mabuk

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 17:10 WIB
Rangga hidupnya terlunta-lunta dan mabuk-mabukan sebagai pelarian. (Ilustrasi Sibhe)
Rangga hidupnya terlunta-lunta dan mabuk-mabukan sebagai pelarian. (Ilustrasi Sibhe)

harianmerapi.com - Cerita hidayah pemimpin yang Zalim. Ayah di tahanan karena diduga terlibat kasus pembunuhan, rumah dan harta benda habis dilalap api akibat amuk massa.

Dan kini ayah kembali diduga terlibat kasus pembunuhan lagi ketika mayat Sunti ditemukan di pekarangan milik Kepala Desa.

Cobaan yang bertubi-tubi itu membuat Rangga semakin tertekan psikologisnya. Ia merasa sebagai anak telah menjadi korban dari perbuatan ayahnya sendiri.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 1: Kepala Desa Meninggal Mendadak secara Misterius, Warga pun Geger dan Heboh

Selama ini ia mencari pelarian dengan sering minum sampai mabuk. Dengan makin menumpuknya masalah keluarga yang tengah dialami, maka kebiasaan itu semakin menjadi.

Hampir setiap hari Rangga bergaul dengan orang-orang yang kerjanya hanya mabuk dan judi. Sekolahnya benar-benar ia lupakan. Bahkan selama berminggu-minggu tidak masuk sekolah.

Para guru juga dibuat kebingungan, karena tidak bisa menghubungi pihak orangtua.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 2: Suara Pro dan Kontra Muncul Setelah Kepada Desa Meninggal Mendadak

Sementara Rangga dan adiknya, Juki memang sedang mengungsi di rumah famili, karena rumahnya tidak bisa ditempati akibat amuk massa.

Namun Rangga tak pernah tinggal di rumah familinya tersebut. Hidupnya sungguh sudah tidak teratur, karena tinggal sembarangan secara bergantian di rumah teman-temannya yang mau menampung.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X