• Minggu, 3 Juli 2022

Pentas Ketoprak di Hutan Randublatung 3: Tempat yang Sarat Mistik

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:00 WIB
Ada anjing mirip serigala minum air sendang. (Ilustrasi Pramono Estu)
Ada anjing mirip serigala minum air sendang. (Ilustrasi Pramono Estu)

SAMINGUN tentu berfikir, yang menjamu mereka adalah utusan pak Yanto meski malam itu tak nampak batang hidungnya. Setelah berunding, Samingun, Jalu dan Bima berinisiatif menemui pak Yanto.

“Benarkah kalian semalam suntuk telah menggelar pementasan ketoprak?”
“Benar pak, kami sudah menampilkan pementasan ketoprak.”
“Sayangnya kalian pentas bukan di acara saya.”

“Mohon maaf pak ini semua di luar kuasa kami.”
“Tapi aneh jika kalian pentas di tempat lain rasanya tidak mungkin. Karena desa ini satu-satunya yang mengadakan pementasan ketoprak.”

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 24: Istri Pertama Syukuran Menyambut Kehamilan

Mereka semakin bingung, rasanya tidak mungkin jika salah pentas. Memang sudah banyak sekali yang kerap tersasar di dalam hutan. Mereka sempat berfikir kejadian tersebut merupakan ulah jahil dari penunggu hutan.

Ojek online pun kerap kali menerima orderan fiktif di dalam hutan. Pak Yanto akhirnya bisa menerima dengan besar hati.

Ketika perjalanan pulang mereka tiba-tiba teringat perkataan pak Yanto bahwa Randublatung sarat akan mistik. Di tempat tersebut juga banyak terdapat situs yang dikeramatkan.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 30: Hidup Berkecukupan Namun Tak Suka Bermewah-mewah

Hal tersebut tentu membuat mereka semakin penasaran. Mereka akhirnya mengunjungi salah satu situs keramat yang bernama Pertapaan Mundu.

“Kalau tidak salah Pertapaan Mundu tidak jauh jaraknya dari Kantor KPH Randublatung” ucap Bima.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X