• Kamis, 20 Januari 2022

Kisah dan Pesona Ratu kalinyamat 7: Menjelang Malam Nisfu Syaban Datang ke Masjid untuk Berdoa

- Rabu, 22 September 2021 | 06:00 WIB
Ratu Kalinyamat ke masjid untuk berdoa  (Ilustrasi Pramono Estu)
Ratu Kalinyamat ke masjid untuk berdoa (Ilustrasi Pramono Estu)

SAAT Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadirin baru menikah mereka tinggal di istana Kriyan, sebelah timur Putwaganda, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Hal unik yang selalu mereka lakukan saat menghadapi kesulitan dalam memerintah ataupun masalah lainnya adalah mengasingkan diri ke Mantingan.

Ratu Kalinyamat pun senantiasa mengikuti suaminya ketika sedang menyendiri. Karena kebiasaan inilah, Ratu Kalinyamat pun membangun sebuah pesanggarahan di Mantingan di sebelah timur masjid Mantingan.

Baca Juga: Diajak Gadis Cantik ke Alam Gaib, Ternyata untuk Menunjukkan Bahwa Dirinya Jadi Korban Perkosaan

Masjid Mantingan dibangunnya setelah suaminya meninggal bahkan juga meminta Sungging untuk memperindah bangunan itu dengan ukiran-ukiran.

Pendirian masjid Matingan ini membuktikan kebesaran pemerintahan Jepara masa Islama selama berada pada kekuasaan Ratu Kalinyamat.

Sebelum kedatangan Islam, daerah Mantingan ini merupakan tempat keramat, yaitu tempat yang digunakan untuk memuja dewa dan salah satu dari delapan tempat kediaman roh penting di Jawa.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 24: Saudara Kandung Beda Watak

Cerita lain tempat ini juga dikenal sebagai tempat kediaman pertapaan wanita dari Cemara Tunggal yang menjadi Dewi Laut Selatan yang dikenal juga dengan Nyi Lara Kidul.

Pemantingan ini juga pernah dikunjungi oleh Sunan Kalijaga. Kira-kira seperempat abad kemudian Ratu Kalinyamat mendirikan makam bagi suaminya yang tewas dibunuh Arya Penangsang.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X