Lima cara menghilangkan sifat kikir, di antaranya selalu berdoa agar dihindarkan dari penyakit kikir

- Kamis, 1 Desember 2022 | 05:30 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Secara kebahasaan, kata kikir atau bakhil adalah al-bakhil yakni menahan sesuatu.

Sedangkan menurut istilah bakhil adalah perbuatan seseorang menahan/tidak memberikan sesuatu yang semestinya wajib diberikan kepada orang lain, baik wajib secara agama maupun wajib secara kepatutan menurut adat yang berlaku di masyarakatnya.

Perilaku bakhil seperti ini muncul karena seseorang dihinggapi penyakit terlalu parah yakni cinta kepada dunia dan takut mati.

Baca Juga: Enam manfaat dzikrullah, di antaranya menambah keteguhan hati

Ia meyakini harta bendanyalah yang akan menyelamatkan dan membahagiakan hidupnya.

Padahal harta yang sesungguhnya adalah harta yang ia sedekahkan kepada orang lain.

Firman Allah SWT: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imran, 3:180).

Sifat kikir ini sangatlah berbahaya baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dapat dibayangkan jika seseorang sudah dikuasai oleh sifat kikir, maka ia akan menghalalkan segala macam cara untuk memperoleh harta meski dengan cara yang tidak baik serta di sisi lain dia tidak peduli dengan penderitaan orang lain di sekitarnya.

Baca Juga: Landasan utama penerapan pendidikan inklusi di Indonesia

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB
X