• Kamis, 1 Desember 2022

Delapan langkah syaitan menyesatkan manusia, salah satunya dengan waswasah (bisikan)

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:59 WIB
 Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Jin adalah makhluk ghaib yang diciptakan Allah dari api, mukallaf seperti manusia, di antara mereka ada yang patuh dan ada yang durhaka.

Yang pertama kali durhaka adalah iblis dan anak cucunya disebut syaitan atau setan.

Orang yang secara sadar atau tidak menjadi pengikut syaitan disebut Hizbus Syaitan, sebagaimana firman-Nya: “Syaitan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa golongan syaitan itulah golongan yang rugi. Orang-orang munafik itu menjadi pendusta karena diri mereka sepenuhnya dikendalikan Iblis”. (QS. Al-Mujadalah; 58:19).

Baca Juga: Visi berkeluarga Muslim: Baiti Jannati

Untuk dapat menguasai dan membuat manusia lupa dengan Allah, syaitan menempuh dua cara; yaitu tadhlil (menyesatkan) dan takhwif (menakut-namuti) untuk menyatkan kebenaran.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh syaitan dalam menyesatkan manusia adalah:

Pertama, dengan waswasah (bisikan) sebagaimana firman-Nya: “Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (QS, 114:1-6).

Kedua, nisyan (lupa), sebagaimana firman-Nya: “Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika syaitan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.” (QS. Al-An’am; 6:68).

Baca Juga: Sinergitas Tri Pusat Pendidikan Anak untuk pendidikan anak yang lebih baik

Ketiga, tamani (angan-angan kosong) sebagaimana firman-Nya: “Dan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya).” Barangsiapa menjadikan syaitan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.” (QS, An-Nisa’; 4:119).

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB

Landasan utama penerapan pendidikan inklusi di Indonesia

Selasa, 22 November 2022 | 05:30 WIB

Bersikaplah jujur dalam setiap keadaan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:02 WIB

Muhasabah menuju masa depan lebih baik

Selasa, 25 Oktober 2022 | 05:30 WIB
X