• Sabtu, 13 Agustus 2022

Enam Buah Takwa yang Dinjanjikan Allah dan Rasul-nya

- Jumat, 12 November 2021 | 05:00 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

harianmerqapi.com - Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang selalu memelihara diri dari ancaman siksaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan cara mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Serta orang-orang yang percaya akan Rukun Iman yang kemudian diikuti dengan ketundukan dan penyerahan jiwa.

Firman Allah SWT : “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yag telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (Kehidupan) akhirat”. (QS. Al-Baqarah, 2:3-4).

Baca Juga: Pernikahan yang Tak Direstui 19: Jadi Istri Simpanan, Dulu Manis Sekarang Pahit

Banyak sekali buah takwa yang akan dinikmati orang-orang yang beriman, baik ketika masih di dunia ini maupun kelak di akhirat, sebagaimana dijanjikan Allah SWT dalam Al-Quran maupun Sabda-sabda Nabi Muhammad SAW.

Di antara buah takwa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya itu adalah : Pertama, tidak takut dan tidak bersedih hati. Orang-orang yang bertakwa dalam mengarungi kehidupannya tidak ada kekhawatiran dan kesedihan di dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan.

Mereka sangat yakin apapun yang menimpa pada diri mereka adalah atas kehendak-Nya, karenanya mereka tidak pernah merasa takut dan bersedih hati atas segala sesuatu yang menimpanya.

Baca Juga: Rezeki Tak Kemana 2: Keikhlasan Memberi Jalan Datangnya Pertolongan Tak Terduga

Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al-A’raf, 7:35).

Kedua, terpelihara dari gangguan syetan. Orang yang bertakwa senantiasa dalam lindungan Allah SWT dari godaan syetan yang terkutuk, serta dengan cepat introspeksi diri untuk melakukan evaluasi diri atas berbagai dosa dan kesalahan yang telah dilakukannya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X