• Senin, 3 Oktober 2022

Tiga tanda-tanda Orang Pandai Bersyukur dan Tips Agar Menjadi Orang yang Selalu Bersyukur

- Senin, 27 September 2021 | 05:00 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

SYUKUR nikmat adalah menunjukkan adanya nikmat Allah SWT pada dirinya melalui lisan, hati, dan perbuatan. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa dirinya telah diberi nikmat.

Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.

Lawan dari syukur nikmat adalah kufur nikmat, yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang didapatkannya adalah dari Allah Ta’ala, semua keberhasilan dan kemewahan harta yang dimiliki adalah hasil usaha pribadi semata, semisal Qarun yang dengan congkaknya berkata, “Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki” (QS. Al-Qashash, 28:78).

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 28: Menjatuhkan Pilihan Hati dengan Hati-hati

Adapun tanda-tanda orang yang pandai bersyukur adalah; Pertama, mengakui dan menyadari bahwa Allah SWT telah memberinya nikmat yang sangat banyak. Orang yang
bersyukur senantiasa menisbatkan setiap nikmat yang didapatnya kepada Allah Ta’ala. Ia senantiasa menyadari bahwa hanya atas takdir dan rahmat Allah semata lah nikmat tersebut bisa diperoleh. Sedangkan orang yang kufur nikmat senantiasa lupa akan hal ini.

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, “Ketika itu hujan turun di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu Nabi bersabda, ‘Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata, ‘Inilah rahmat Allah.’ Orang yang kufur nikmat berkata, ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu’” (HR. Muslim).

Kedua, senantiasa menyebut-nyebut nikmat yang diberikan Allah SWT. Mungkin kebanyakan kita lebih suka dan lebih sering menyebut-nyebut kesulitan yang kita hadapi dan mengeluhkannya kepada orang-orang.

Baca Juga: Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit 3: Kesuksesan Anak, Kebanggaan Orangtua

“Saya sedang sakit ini.” “Saya baru dapat musibah itu..” “Saya kemarin rugi sekian juta rupiah.”, dan lain-lain.

Namun sesungguhnya orang yang bersyukur itu lebih sering menyebut-nyebut kenikmatan yang Allah berikan. Karena Allah Ta’ala berfirman; “Dan nikmat yang diberikan oleh Rabbmu, perbanyaklah menyebutnya” (QS. Adh-Dhuha, 93:11).

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Visi berkeluarga Muslim: Baiti Jannati

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:26 WIB

Tawakal gapai harapan hidup yang lebih baik

Jumat, 23 September 2022 | 05:52 WIB

Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dalam pembinaan umat

Sabtu, 17 September 2022 | 07:14 WIB

Agama Islam sebagai Agama Samawi

Selasa, 13 September 2022 | 06:47 WIB

Beragama secara dewasa dan proporsional

Sabtu, 10 September 2022 | 06:42 WIB

Lima syarat taubat nasuha, salah satunya ikhlas

Minggu, 4 September 2022 | 06:25 WIB
X