• Senin, 3 Oktober 2022

Lima Sikap yang Harus Dihindari Agar Tidak 'Uququl Walidaian atau Durhaka Kepada Kedua Orang Tua

- Rabu, 29 September 2021 | 05:00 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

UQUQUL WALIDAIN atau durhaka kepada kedua orang tua artinya tidak menaatinya, memutuskan hubungan dengan keduanya, dan tidak berbuat baik kepada keduanya.

Meskipun disebut walidain (kedua orang tua), tapi durhaka kepada salah seorang di antaranya (ayah atau ibu saja) tetap tergolong pada anak durhaka. Islam melarang keras segala bentuk kedurhakaan seorang anak kepada orang tuanya.

Bahkan, Islam memasukkannya ke dalam dosa-dosa besar yang mengiringi syirik. ‘Uququl Walidain dapat mengakibatkan turunnya adzab bagi pelakunya di dunia, dan
merupakan sebab tertolaknya amalan dan salah satu sebab masuk neraka. ‘Uququl walidain merupakan sikap pengingkaran terhadap keutamaan dan kebaikan, semacam indikasi kekerasan hati dan bentuk kebodohan perilaku serta gejala kekerdilan jiwa.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 29: Mohon Restu Ibu untuk Menetapkan Hati

Hal ini mengingat betapa istimewanya kedudukan kedua orang tua dalam ajaran Islam dan juga mengingat betapa besarnya jasa kedua orang tua terhadap anaknya, yang itu tidak bisa diganti dengan pengganti apapun.

Ada banyak perkataan, sikap, dan perbuatan yang termasuk dalam ‘uququl walidain yang harus senantiasa dihindari, di antaranya: Pertama, mengucapkan perkataan, melakukan perbuatan, dan bersikap yang menyebabkan orang tua bersedih hati, apalagi sampai menangis. Rasulullah SAW bersabda, "Membuat tangisnya kedua orang tua adalah termasuk durhaka kepadanya” (HR. Bukhari).

Tangisan itu disebabkan oleh tersinggung atau sakitnya hati mereka terhadap perkataan atau perbuatan yang dilakukan oleh anaknya. Berbeda halnya ketika mereka meneteskan air mata karena terharu atau bangga, tentu tidak termasuk bentuk kedurhakaan.

Baca Juga: Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit 3: Kesuksesan Anak, Kebanggaan Orangtua

Kedua, melaknat kedua orang tua. Rasul SAW bersabda, “Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya." Seorang anak yang berani mengeluarkan kata-kata cacian atau mendoakan kejelekan kepada kedua orang tuanya (Jawa: nyepatani), maka Allah akan melaknatnya. Laknat Allah akan membuat hidupnya jauh dari petunjuk-Nya sehingga ia diliputi oleh kegelapan dan kesusahan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Ketiga, mencela orang tua, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sabda Nabi Muhammad SAW, "Termasuk dosa besar, (yaitu) seseorang mencela dua orang tuanya." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, adakah orang yang mencela dua orang tuanya?" Beliau SAW menjawab, "Ya, seseorang mencela bapak orang lain, lalu orang lain itu mencela bapaknya. Seseorang mencela ibu orang lain, lalu orang lain itu mencela ibunya." (HR. Bukhari Muslim).

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Visi berkeluarga Muslim: Baiti Jannati

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:26 WIB

Tawakal gapai harapan hidup yang lebih baik

Jumat, 23 September 2022 | 05:52 WIB

Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dalam pembinaan umat

Sabtu, 17 September 2022 | 07:14 WIB

Agama Islam sebagai Agama Samawi

Selasa, 13 September 2022 | 06:47 WIB

Beragama secara dewasa dan proporsional

Sabtu, 10 September 2022 | 06:42 WIB

Lima syarat taubat nasuha, salah satunya ikhlas

Minggu, 4 September 2022 | 06:25 WIB
X