• Kamis, 8 Desember 2022

Memahami berbagai hambatan anak usia dini berkebutuhan khusus, di antaranya anak dengan hambatan penglihatan

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:55 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Anak usia dini menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah anak sejak lahir sampai usia enam tahun.

ABK (anak berkebutuhan khusus) merupakan anak yang hidup dengan karakteristik khusus dan berbeda pada keadaan anak pada umunya.

Anak berkebutuhan khusus diartikan sebagai anak-anak yang berbeda dari anak-anak biasa dalam hal ciri-ciri mental, kemampuan sensorik, kemampuan komunikasi, tingkah laku sosial, ataupun ciri-ciri fisiknya.

Baca Juga: Pengaruh pengalaman awal berupa trauma psikologis terhadap agesivitas anak-anak dan remaja

Ada beberapa macam anak berkebutuhan khusus; diantaranya : Pertama, Anak Dengan Hambatan Penglihatan (Tunanetra).

Definisi medis didasarkan pada ketajaman penglihatan dan lantang pandangan.

Seseorang yang memiliki ketajaman penglihatan (visus) 20/200 atau kurang tergolong buta.

Sedangkan yang memiliki visus antara 20/70 tergolong low vision.

Definisi pendidikan didasarkan pada media apa yang digunakan untuk membaca dan menulis.

Seseorang yang belajar dengan menggunakan indera perabaan dan pendengaran digolongkan sebagai buta.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB

Landasan utama penerapan pendidikan inklusi di Indonesia

Selasa, 22 November 2022 | 05:30 WIB
X